‎Perhimpunan Pemimpin dan Tokoh Kristen Indonesia ( Pemkris) melantik Pengurus Pusat DPP Pemkris.

Berita151 Dilihat

Jakarta,pelopormedia.id –
‎Pelantikan dan Deklarasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Pemimpin dan Tokoh Kristen Indonesia (PEMKRIS), dilaksanakan di CWS Hall, Gedung Kenanga, Senen, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB.

‎Saat itu Ketua Umum DPP PEMKRIS Periode 2026-2031, Bishop Dr Joshua Tewuh, MTh, dilantik oleh Ketua Dewan Pengawas PEMKRIS, Irjen Pol (Purn) Dr Ronny F.Sompie, SH, MH, disaksikan Dewan Pengawas yang lain termasuk Mantan Menteri Hukum dan HAM Prof Dr Yasonna Laoly, SH, MH

‎Adapun turut hadir mewakili Menteri Agama, yakni Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Kristen Kementerian Agama RI Dr Jeane Marie Tulung dan Staf Ahli Dr.Gugun Gumilar, MA, PhD.

‎Pada kesempatan tersebut para pejabat kementerian agama dan para tokoh Kristen yang hadir memberikan sambutan, dimulai dari Yasonna Laoly, Theo L. Sambuaga, Dharma Pongrekun, Ronny F Sompie, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Jeane Marie Tulung dan Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar

Pada kesempatan yang sama, awak media bertemu dengan MAXI DJELOT ALIERBITU HAYER, SH, MH selaku Wakil Ketua Pemkris, disampaikan Maxi Hayer,
‎”Kehadiran PEMKRIS menjadi langkah awal dalam membangun wadah bersama bagi para pemimpin dan tokoh Kristen lintas denominasi dan lintas latar belakang di Indonesia.”*

‎”PEMKRIS hadir sebagai organisasi yang menghimpun berbagai unsur masyarakat Kristen, mulai dari rohaniawan, cendekiawan, akademisi, birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dari kalangan militer dan kepolisian.” ujar Maxi Hayer.

‎PEMKRIS Perjuangkan Hak-hak Konstitusional Umat Kristen

‎Organisasi ini membawa visi untuk menjadi rumah besar bersama bagi seluruh pemimpin dan tokoh Kristen interdenominasi di Indonesia, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendampingi, mengawal, mengadvokasi, dan memperjuangkan hak-hak konstitusional umat Kristen.

‎Ketua Umum DPP PEMKRIS, Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th, mengatakan bahwa
‎PEMKRIS dibentuk sebagai ruang untuk menyatukan potensi, pemikiran, dan peran para pemimpin serta tokoh Kristen dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
‎PEMKRIS hadir untuk menjadi rumah besar bersama. Kami ingin membangun persatuan, memperkuat peran kepemimpinan, serta menghadirkan wadah yang mampu mendampingi dan memperjuangkan berbagai kepentingan umat secara konstruktif, dialogis, dan sesuai dengan koridor hukum serta konstitusi,” ujar Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th.

‎PEMKRIS menyatakan komitmennya untuk aktif dalam berbagai bidang, termasuk hukum dan hak asasi manusia, sosial, budaya, pendidikan Kristen, moderasi beragama, hingga hubungan internasional. Organisasi ini juga menempatkan dirinya sebagai pihak yang terbuka, ekumenis, interdenominasi, lintas golongan, dan independen serta tidak menjadi bagian, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari partai politik. Dalam menjalankan perannya, PEMKRIS memiliki sejumlah fungsi strategis, antara lain sebagai kolaborator dalam membangun sinergi dengan pemerintah, konektor bagi para pemimpin dan tokoh Kristen, mediator dalam penyelesaian berbagai persoalan, hingga navigator bagi pengembangan kehidupan Kekristenan di Indonesia

‎*Hans Montolalu*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *