Bolaang Mongondow Selatan — Proyek pembangunan Pasar Dominanga di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang dimulai pada tahun 2019 kini mangkrak dan belum menunjukkan tanda-tanda akan dilanjutkan. Padahal, proyek tersebut menelan anggaran miliaran rupiah dari APBN.
Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan pasar yang terbengkalai dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Kondisi ini menuai sorotan dari warga sekitar yang merasa dirugikan karena tidak bisa memanfaatkan fasilitas publik tersebut.
“Kami sangat kecewa, pasar ini seharusnya sudah bisa digunakan untuk aktivitas jual beli, tapi sampai sekarang hanya jadi bangunan kosong,” ujar salah satu warga Dominanga.
Mangkraknya proyek ini memunculkan dugaan adanya permainan yang melibatkan salah satu oknum pejabat daerah. Beberapa sumber menyebutkan bahwa proses lelang dan pengerjaan proyek ini tidak berjalan transparan dan sarat dengan kepentingan tertentu.
“Kami menduga ada kongkalikong antara pejabat dan kontraktor. Proyek dihentikan tanpa alasan jelas,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bolsel terkait penyebab pasti mangkraknya proyek pasar tersebut. Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum dan KPK turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam proyek ini.
Karna diduga ada oknum pejabat/mantan kadis disperindag yang terlibat.
(Tim)**











