Bolsel – Proyek pembangunan Pasar Tipe C Desa Dominanga, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang dibiayai dari APBN tahun 2019 senilai lebih dari Rp 6 miliar, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, pasar yang diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat itu justru mangkrak dan terbengkalai hingga saat ini.
Mirisnya, anggaran jumbo tersebut diduga kuat telah disedot oleh oknum pejabat. Hasil fisik proyek sama sekali tidak sebanding dengan nilai dana yang digelontorkan. Sampai detik ini, masyarakat tidak pernah merasakan manfaat dari pasar tersebut.
Aroma Korupsi Mengalir ke Pejabat, Masyarakat menilai proyek pasar Dominanga bukan sekadar kelalaian, melainkan ada indikasi kuat korupsi berjamaah. Dana miliaran rupiah ditengarai mengalir ke sejumlah pejabat dan pihak terkait.
Nama Armstrong Amnes, yang kala itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bolsel tahun 2019, kini menjadi sorotan. Publik mendesak agar ia segera diperiksa terkait aliran dana proyek pasar yang raib tanpa hasil.
“Uang negara Rp 6 miliar lebih hilang, pasar tidak selesai. Ini jelas korupsi. Kami minta KPK dan aparat hukum periksa pejabat terkait, termasuk Kadis Disperindag tahun 2019, Armstrong Amnes. Jangan ada yang kebal hukum!” tegas salah satu tokoh masyarakat Bolaang Uki.
Kajari & Polres Membisu, Ironisnya, hingga kini Kejaksaan Negeri Kotamobagu dan Polres Bolsel justru terkesan membisu. Tidak ada langkah nyata untuk menyelidiki kasus yang sudah terang benderang ini. Sikap bungkam aparat penegak hukum (APH) membuat publik semakin geram.
“Kalau Polres dan Kejari terus diam, berarti ada apa-apa di balik semua ini. Jangan-jangan mereka ikut kecipratan aliran dana. Kami sudah bosan dengan penegakan hukum yang tumpul ke atas, tapi tajam ke bawah,” tambah warga dengan nada keras.
Desakan untuk KPK & Kejati Sulut
Masyarakat mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi Sulut segera turun tangan mengambil alih penanganan kasus ini. Mereka menilai hanya KPK yang mampu membongkar jaringan korupsi besar yang melibatkan pejabat daerah.
“Kami tidak percaya lagi pada Polres Bolsel dan Kejari Kotamobagu. Mereka sudah terlalu lama diam. Kami butuh KPK yang langsung turun ke Bolsel untuk mengusut kasus ini. Jangan biarkan uang rakyat Rp 6 miliar lebih hilang tanpa pertanggungjawaban. Kalau Kejati Sulut serius, buktikan dengan segera panggil dan periksa Armstrong Amnes!” pungkas masyarakat dengan lantang.













