Bolmong — Setelah ramainya pemberitaan mengenai dugaan Kepala Sekolah SMP Satu Atap (Satap) Totabuan yang disebut jarang hadir menjalankan tugas, pihak sekolah akhirnya angkat bicara. Lewat hak jawab resmi, pihak sekolah membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa proses belajar-mengajar di sekolah tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Dalam klarifikasi yang diterima redaksi, pihak sekolah menyebut bahwa isu yang berkembang di masyarakat tidak sepenuhnya sesuai fakta.
“Kami membantah dugaan bahwa Kepala Sekolah hanya hadir satu minggu dalam sebulan. Kepala sekolah melaksanakan tugas, baik di sekolah maupun dalam kegiatan dinas yang mengharuskan beliau mengikuti rapat, supervisi, dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan,” demikian bunyi klarifikasi pihak sekolah.
Belajar-Mengajar Tetap Berjalan
Pihak sekolah menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran di setiap kelas tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Adapun keberadaan siswa di luar sekolah pada jam belajar yang sempat viral, menurut pihak sekolah, telah ditindaklanjuti melalui peningkatan pengawasan.
“Tidak benar jika dikatakan sekolah tidak berjalan. Guru-guru tetap mengajar sesuai jadwal. Adanya siswa di luar sekolah pada jam belajar telah kami tindak lanjuti dengan pengetatan pengawasan,” lanjut klarifikasi itu.
Terkait Dugaan Oknum P3K Tidak Hadir
Dalam pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa salah satu tenaga P3K juga jarang hadir. Pihak sekolah menegaskan bahwa sistem absensi tetap berjalan sesuai ketentuan.
“Absensi seluruh ASN dan P3K tercatat dalam sistem. Jika ada ketidakhadiran pada hari tertentu, selalu disertai alasan dan laporan yang jelas,” tulis pihak sekolah.
Sikapi Teguran Sebagai Pembinaan
Pihak sekolah juga menanggapi isu teguran dari DPRD, Pemerintah Desa, dan Dinas Pendidikan. Menurut mereka, teguran merupakan bagian dari pembinaan biasa untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan, bukan bentuk pelanggaran berat.
“Kami menerima masukan tersebut dan telah melakukan evaluasi internal. Teguran adalah bagian dari pembinaan, bukan berarti sekolah tidak berjalan,” tegas pihak sekolah.
Ajak Masyarakat Mengedepankan Klarifikasi
Di akhir pernyataannya, pihak sekolah mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan tanpa memastikan informasi terlebih dahulu.
“Kami menghargai kritikan masyarakat, tetapi kami juga berharap setiap pihak dapat mengedepankan komunikasi dan klarifikasi langsung ke sekolah, agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi.”
Dengan munculnya hak jawab ini, pihak sekolah berharap pemberitaan terkait dapat berimbang dan tidak menimbulkan persepsi negatif yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
(Red)*










