Tak Gentar Tekanan, Barisan Rakyat Gorontalo Tegaskan Perlawanan Di Hari Buruh

Berita, Daerah454 Dilihat

Gorontalo – pelopormedia.id. 01 Mei 2026. Dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi Eksekutif Wilayah Gorontalo berserta sekelompok organisasi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat secara nasional gelar aksi unjuk rasa di bundaran perlimaan Telaga.

Aksi tersebut tidak hanya momentum menyuarakan suara dari rakyat klas pekerja soal kesulitan ke akses pekerjaan akibat kebijakan negara.

Aksi ini sekaligus menuntut negara agar sektor pendidikan tinggi bisa di selenggarakan dengan sistem yang gratis, ilmiah, demokratis, serta mengabdi untuk kepentingan rakyat.
“Mayday bukan hanya milik klas Buruh. Mayday milik kita semua, rakyat tertindas. Termasuk di dalamnya kaum tani, Pemuda mahasiswa, rakyat miskin kota, kaum perempuan, dan masih banyak lainnya.

Aksi ini adalah bentuk warning bagi negara agar tidak menjadi alat bagi kepentingan orang kaya, sekaligus seruan persatuan bagi rakyat tertindas agar tidak termakan isu penggembosan dan pengkotak-kotakkan terhadap gerakan rakyat” ujar Khalifah Ridho yang merupakan koordinator lapangan.
Adapun yang menjadi poin tuntutan dalam aksi kali ini, antara lain :

1. Cabut Omnibus Law Cipta Kerja dan wujudkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pro-buruh
2. Hapus sistem kerja kontrak, outsourcing, dan kemitraan
3. Hentikan pemutusan hubungan kerja massal dan jamin kepastian kerja
4. Wujudkan sistem upah layak nasional berbasis kebutuhan hidup layak
5. Hentikan kriminalisasi dan represi terhadap gerakan buruh dan rakyat.
6. Wujudkan pendidikan dan kesehatan yang gratis dan berkualitas, Tingkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Aksi demonstrasi ini berakhir sekitar pukul 19.00 WITA dengan pernyataan sikap secara bersama.

Meskipun sempat bersitegang dengan aparat, situasi masih bisa di kendalikan dengan di tarik mundur pasukan sehingga tidak terjadi chaos yang bisa merugikan banyak pihak termasuk masyarakat sekitar simpang lima telaga.
“Mulai hari ini, rakyat Gorontalo tidak boleh di buat takut baik oleh preman maupun aparat dalam menyampaikan aspirasi.

Perlawanan kita rakyat tertindaslah yang harus menjadi ketakutan bagi negara. Sebab negara adalah alat untuk melayani kepentingan kita kita rakyat mayoritas. Bukan kepentingan orang kaya saja.” tutup Ridho sekaligus mengakhiri jalannya aksi demontrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *