Kemarau Berkepanjangan, Warga Polohungo Terpaksa Buat Sumur Darurat di Pinggir Sungai

Berita400 Dilihat

Gorontalo, Pelopormedia.id – Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat di Desa Polohungo, Kecamatan Tolangohula. Kesulitan mendapatkan air bersih membuat warga terpaksa mencari alternatif secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, (13/8/2026).

 

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah warga memilih membuat sumur darurat di sekitar pinggiran sungai. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mendapatkan sumber air yang masih bisa dimanfaatkan di tengah semakin terbatasnya ketersediaan air.

 

Warga Desa Polohungo, Aldi Saleh, mengatakan pembuatan sumur darurat dilakukan karena masyarakat saat ini mengalami kesulitan air. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif agar kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi.

 

“Saat ini kami masyarakat Desa Polohungo kesulitan air. Maka jalan keluarnya kami membuat sumur darurat di dekat sungai,” ujar Aldi saat diwawancarai.

 

Menurut Aldi, keberadaan sumur darurat tersebut menjadi salah satu solusi sementara yang dilakukan masyarakat. Namun, kondisi itu dinilai belum menjadi penyelesaian jangka panjang, mengingat kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten dapat melihat langsung kondisi yang mereka alami, terutama dampak kemarau terhadap ketersediaan air bersih di desa tersebut.

 

“Kami masyarakat Desa Polohungo butuh lirikan dari pemerintah daerah terkait kesulitan air yang saat ini kami alami,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret, baik melalui distribusi air bersih maupun penyediaan sumber air yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Kondisi ini juga menjadi perhatian warga karena sumur darurat yang dibuat di pinggiran sungai hanya bersifat sementara. Masyarakat membutuhkan solusi yang lebih permanen agar persoalan air bersih tidak terus berulang setiap kali musim kemarau berkepanjangan terjadi.

 

Warga pun berharap pemerintah daerah dapat melakukan pemetaan terhadap sumber air serta kebutuhan masyarakat di Desa Polohungo. Dengan begitu, bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.

 

Di tengah keterbatasan tersebut, masyarakat tetap berupaya memenuhi kebutuhan air secara mandiri. Namun, mereka berharap persoalan ini tidak hanya menjadi beban masyarakat, melainkan mendapat perhatian dan intervensi dari pemerintah daerah.

 

Masyarakat Desa Polohungo berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk memastikan ketersediaan air bersih, sehingga warga tidak lagi harus mengandalkan sumur darurat di pinggir sungai ketika musim kemarau panjang melanda.

Berita Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *