GORONTALO UTARA,Pelopormedia.id — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gorontalo Utara mendorong peran aktif pemuda dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui sosialisasi Program Surga Kasih Sayang.
Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Bergerak, Cegah Kekerasan, Bangun Ruang Aman dan Penuh Kasih Sayang” tersebut berlangsung di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua KNPI Kabupaten Gorontalo Utara Yowan Sukarna, Camat Tomilito Rafiq Rahmola, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Gorontalo Utara Yolanda Giola, SH, Ketua BPD Desa Tanjung Karang, para kepala desa se-Kecamatan Tomilito, tokoh pendidik, tokoh masyarakat serta unsur kepemudaan.
Ketua KNPI Kabupaten Gorontalo Utara Yowan Sukarna mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi kepemudaan untuk hadir di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Yowan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menerima dan mendukung kehadiran KNPI dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang hadir. Kami juga bersyukur dan bangga karena KNPI dapat disambut dengan baik,” ujar Yowan.
Ia mengatakan, sejak mendapat amanah sebagai Ketua KNPI Kabupaten Gorontalo Utara pada 2024, dirinya telah berkomitmen untuk mengunjungi setiap kecamatan sebagai bagian dari penguatan intensitas kegiatan kepemudaan.
Menurutnya, kegiatan di Kecamatan Tomilito merupakan kunjungan kelima selama masa kepemimpinannya yang kini memasuki tahun ketiga.
“Dalam agenda ini kami ingin memperkuat intensitas kepemudaan sekaligus fokus menyosialisasikan program Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara, salah satunya Program Surga Kasih Sayang,” katanya.
Pemuda Diminta Jadi Bagian dari Gerakan Pencegahan
Ketua KNPI Kecamatan Tomilito Rahmat Tapalu mengatakan, sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.
Menurut Rahmat, pelaksanaan kegiatan di tingkat kecamatan merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua DPD II KNPI Kabupaten Gorontalo Utara.
“Untuk mendukung Program Surga Kasih Sayang, kami diinstruksikan langsung oleh Ketua DPD II KNPI Kabupaten Gorontalo Utara untuk melaksanakan sosialisasi di tingkat kecamatan. Sehingga terlaksanalah agenda pada sore hari ini,” jelasnya.
Ia berharap pemuda tidak hanya menjadi peserta, tetapi turut mengambil peran dalam membangun lingkungan sosial yang aman, terutama bagi perempuan dan anak.
Camat Soroti Ancaman Karhutla
Sementara itu, Camat Tomilito Rafiq Rahmola mengapresiasi langkah KNPI yang turut mendukung program pemerintah daerah melalui kegiatan sosialisasi di tengah masyarakat.
Selain persoalan perlindungan perempuan dan anak, Rafiq juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau.
Ia menyebut kejadian karhutla di wilayah Kecamatan Tomilito telah mencapai sekitar 32 kejadian dalam kurun waktu satu bulan.
Rafiq meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.
Dinas PPPA: Pencegahan Kekerasan Butuh Peran Semua Pihak
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Gorontalo Utara Yolanda Giola, SH, menjelaskan bahwa Program Surga Kasih Sayang dilatarbelakangi berbagai persoalan yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pendekatan keluarga, masyarakat dan lintas sektor.
Yolanda menegaskan, pencegahan kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Ia menjelaskan, informasi mengenai dugaan kekerasan dapat disampaikan oleh masyarakat kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Dinas PPPA maupun pihak berwenang untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Ketika ada seseorang yang melihat atau mengetahui adanya dugaan kekerasan, informasi tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah desa, kecamatan maupun pihak yang berwajib agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurut dia, kepedulian masyarakat sangat penting karena banyak kasus kekerasan baru terungkap setelah berlangsung cukup lama. Edukasi dan keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan kekerasan menjadi bagian penting dalam memutus rantai kekerasan.
Angka Kasus Jadi Alarm Bersama
Yolanda juga memaparkan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo Utara yang menurutnya menunjukkan perlunya penguatan sosialisasi dan pencegahan.
Ia menyebut pada 2023 terdapat 26 kasus, kemudian meningkat menjadi 41 kasus pada 2024 dan 43 kasus pada 2025.
“Karena itu sosialisasi secara masif terus kita laksanakan,” tegasnya.
Data resmi yang dipublikasikan sebelumnya juga menunjukkan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo Utara menjadi perhatian pemerintah daerah, dengan penanganan yang melibatkan pendampingan korban dan koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Yolanda menambahkan, perlindungan terhadap perempuan dan anak membutuhkan keberanian seluruh elemen masyarakat untuk bertindak ketika menemukan atau mengetahui adanya dugaan kekerasan.
Ia juga mengingatkan bahwa ketentuan hukum terkait kekerasan seksual terhadap anak memiliki ancaman pidana berat. Dalam kondisi tertentu, peraturan perundang-undangan juga mengatur tindakan tambahan seperti kebiri kimia terhadap pelaku yang memenuhi persyaratan hukum.
Pemuda Jadi Garda Terdepan
Melalui kegiatan tersebut, KNPI Kabupaten Gorontalo Utara mendorong pemuda menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari kekerasan.
Gerakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan perempuan dan anak, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial di tingkat keluarga, desa dan kecamatan.
Pesan yang dibawa dalam kegiatan itu sederhana: pemuda tidak boleh diam ketika melihat kekerasan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pendidik dan masyarakat, Program Surga Kasih Sayang diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan ruang yang aman, harmonis dan penuh kasih sayang bagi perempuan dan anak di Gorontalo Utara.








