Viral Keluhan Pasien, Direktur RSUD ZUS Akui Stok Sejumlah Cairan Infus dan Obat Terbatas

Berita153 Dilihat

GORONTALO UTARA, Pelopormedia.id — Keluhan masyarakat terkait ketersediaan cairan infus dan obat-obatan di RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) Kabupaten Gorontalo Utara viral di media sosial Facebook. Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD ZUS, dr. Rachman Kuki, membenarkan adanya keterbatasan stok sejumlah jenis obat dan cairan infus di rumah sakit tersebut.

 

Keluhan itu mencuat setelah sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 10 detik beredar di Facebook. Dalam video tersebut, seorang ibu menyoroti kondisi sejumlah pasien yang disebut berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan jarum infus terpasang tetapi tanpa cairan infus. Ia juga menyampaikan keluhannya kepada Bupati.

 

Unggahan tersebut disertai keterangan yang menyebut RSUD ZUS telah sekitar satu minggu kehabisan stok cairan infus dan obat-obatan. Namun, durasi dan kondisi yang ditampilkan dalam video tersebut belum dengan sendirinya memastikan berapa lama kekosongan berlangsung maupun penyebab kondisi setiap pasien.

 

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat malam (23/10/2026), dr. Rachman Kuki menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

 

“Informasi tersebut benar. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pasien atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat keterbatasan ketersediaan beberapa jenis obat dan cairan infus di RS kami,” ujarnya.

 

Menurut Rachman, kendala ketersediaan tersebut dialami sejak pertengahan Oktober 2026. Ia menyebut keterlambatan pasokan dari distributor akibat kendala distribusi logistik regional serta peningkatan jumlah pasien menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaan stok.

 

“Kekosongan terutama terjadi pada beberapa jenis cairan infus standar, seperti cairan elektrolit dasar, dan beberapa obat terapi penunjang,” jelasnya.

 

Meski demikian, Rachman menegaskan bahwa stok obat-obatan darurat atau life-saving tetap dijaga dan diprioritaskan agar pelayanan kegawatdaruratan dapat berlangsung.

 

Pihak manajemen, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pemasok utama serta melakukan pengadaan darurat melalui distributor alternatif. Namun, ia belum menyebutkan tanggal pasti kapan seluruh stok yang terbatas akan kembali normal.

 

Untuk pasien yang membutuhkan obat atau cairan infus yang sedang terbatas, pihak rumah sakit mengupayakan penggunaan obat substitusi atau pengganti dengan fungsi dan efek yang sama, sesuai pertimbangan tenaga medis.

 

Rachman juga menyebut rumah sakit menyediakan mekanisme klaim atau penggantian biaya apabila keluarga pasien dalam kondisi mendesak harus membeli obat maupun cairan infus di luar rumah sakit. Proses tersebut, katanya, dilakukan melalui bagian Keuangan atau Farmasi dengan melampirkan kuitansi resmi, sesuai ketentuan penjaminan pasien BPJS maupun umum.

 

Publik Menanti Pemulihan Stok dan Kepastian Pelayanan

 

Meski manajemen telah menyampaikan langkah penanganan, keterbatasan obat dan cairan infus di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut tetap menjadi perhatian publik. Ketersediaan obat dan perlengkapan medis merupakan bagian penting dalam menjamin mutu serta keselamatan pelayanan pasien.

 

Karena itu, masyarakat menantikan kepastian pemulihan stok, terutama untuk kebutuhan medis yang harus tersedia tepat waktu. Kejelasan mengenai jenis obat yang terbatas, distribusi pasokan, dan pelaksanaan mekanisme penggantian biaya bagi pasien juga penting agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

 

Manajemen RSUD ZUS menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan masyarakat melalui media sosial. Rachman menyatakan hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk membenahi tata kelola logistik dan meningkatkan pelayanan medis.

 

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggal pasti yang disampaikan pihak rumah sakit mengenai normalisasi seluruh stok obat dan cairan infus yang mengalami keterbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *