Gorontalo Utara, Pelopormedia.id – Suasana di grup WhatsApp “Kase Bae Gorut” mendadak panas setelah Project Manager Office (PMO) Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Yamin S. Rajawali, mencoba melempar bola panas terkait persoalan pendampingan dan perizinan Kopdes. Hal ini diduga sebagai respons atas kritik tajam yang dilayangkan media belakangan ini.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PC TIDAR Gorontalo Utara, Febriyan Mohu, angkat bicara dan memberikan tantangan balik yang menohok. Menurut Febriyan, pernyataan Yamin yang meminta media mengoreksi persoalan Kopdes adalah sebuah ironi besar, mengingat Yamin sendiri merupakan orang dalam yang memegang kendali manajerial di lembaga tersebut.
“Saudara Yamin ini ibarat menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Dia yang menjabat sebagai PMO di Kopdes, kenapa malah meminta orang lain yang membongkar urusan internalnya?” ujar Ketua TIDAR.
Febriyan menilai narasi yang dilempar Yamin di grup publik tersebut hanyalah upaya defensif untuk mengalihkan isu dari kritik-kritik yang selama ini disuarakan oleh Telitinews.com.
“Kalau memang jantan dan transparan, jangan cuma menantang di grup WA. Sebagai PMO, tentu beliau paham betul soal Kopdes, tidak perlu menyuruh orang lain. Yamin Rajawali harus bertanggung jawab atas ucapannya. Saya tantang beliau untuk mengungkap ke publik apa yang sempat dia sampaikan di Grup Kase Bae Gorut, biar semuanya jelas bagi publik,” tegas Febriyan.
Sebelumnya, dalam diskusi di grup WhatsApp tersebut, Yamin Rajawali meminta kepada media ataupun aktivis agar “mengorek” lebih dalam mengenai Kopdes, mulai dari administrasi, perizinan, dukungan modal usaha, hingga penyiapan lahan untuk pembangunan gerai.
“Menjadi kritis begini gaga (bagus). Coba kore dulu persoalan Kopdes mulai dari pendampingan, syarat administrasi dan izin usahanya, dukungan modal, dan penyiapan lahan untuk pembangunan gerai, termasuk pelaksanaan pembangunan gerainya. Itu paling mantap,” tulis Yamin dalam pesan singkatnya di grup tersebut. (Red)





