BPD Pentadio Barat: Kades Kembali Tak Hadiri RDP, “Bahkan Seorang Camat Saja Tidak Dihargai”

Daerah, Gorontalo128 Dilihat

GORONTALO, Pelopormedia.id Polemik dugaan tunggakan gaji cleaning service di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, semakin memanas. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pentadio Barat mengaku kecewa setelah Kepala Desa Pentadio Barat kembali tidak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Kamis (16/7/2026).

 

Menurut Anggota BPD Pentadio Barat, Fardi Naway, Kepala Desa Pentadio Barat dan Kaur Keuangan tidak memenuhi undangan resmi BPD tanpa memberikan penjelasan.

 

“Kami sudah mengundang secara resmi, tapi sungguh miris, kepala desa tidak memenuhi undangan. Kaur Keuangan juga tidak hadir tanpa alasan yang jelas,” kata Fardi.

 

 

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut BPD kembali menerbitkan rekomendasi berupa ultimatum selama 1×24 jam agar Pemerintah Desa Pentadio Barat memberikan klarifikasi. Namun hingga batas waktu yang diberikan, menurutnya, kepala desa tetap belum memberikan penjelasan.

 

Di tengah ketidakhadiran kepala desa, Camat Telaga Biru, Yudi Sjahrain, justru hadir memenuhi undangan BPD meski memiliki agenda pemerintahan yang padat.

 

Fardi mengutip pesan yang diklaim berasal dari Camat Telaga Biru.

 

“Kalau ditanya ke saya, sebenarnya saya juga sibuk kemarin itu, dari pagi sampai malam acara padat. Cuma karena saya menghargai surat resmi dari lembaga BPD maka saya sebisa mungkin menyempatkan diri hadir tadi malam di Kantor Desa Pentadio Barat,” demikian isi pesan yang dikutip Fardi.

 

 

Menurut Fardi, kehadiran camat merupakan bentuk penghormatan terhadap lembaga BPD yang patut dicontoh.

 

“Camat saja hadir memenuhi undangan kami. Kesibukan beliau tidak menjadi alasan untuk mengabaikan surat resmi BPD. Justru kepala desa yang tidak hadir. Menurut kami, ini menunjukkan undangan resmi BPD tidak dihargai. Bahkan seorang camat saja seolah tidak dihargai oleh kepala desa,” tegas Fardi.

 

 

 

Fardi juga mengaku mendapat kesan bahwa Camat Telaga Biru merasa kecewa terhadap situasi tersebut. Ia mengutip bagian lain dari pesan yang diklaim berasal dari camat.

 

“Kalau konsepnya saling sandera begini, terkesan camat hanya dipermainkan oleh kedua lembaga ini. Ini menjadi catatan bagi saya,” demikian kutipan pesan yang disampaikan Fardi.

 

 

Lebih lanjut, Fardi menilai ketidakhadiran kepala desa bukan kali pertama terjadi.

 

“Menurut penilaian kami, kepala desa sering menghindari forum-forum seperti ini. Sikap seperti ini tidak mencerminkan itikad baik untuk memberikan penjelasan kepada BPD sebagai lembaga pengawas,” ujarnya.

 

 

BPD, lanjut Fardi, akan terus menjalankan fungsi pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak menutup kemungkinan mengambil langkah lanjutan apabila rekomendasi yang telah diberikan tetap tidak direspons.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pentadio Barat belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui telepon dan pesan singkat. Redaksi juga masih berupaya mengonfirmasi Camat Telaga Biru terkait pernyataan yang dikutip BPD. Klarifikasi dari kedua pihak akan dimuat sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *