Bolsel, pelopormedia.id— Pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kembali diguncang isu yang memalukan. Kali ini, masyarakat dikejutkan dengan dugaan perselingkuhan antara dua kepala desa aktif, yakni NK (Novianti), Kepala Desa Pinolantungan, dan Kepala Desa Mamalia II.
Dugaan hubungan gelap tersebut mencuat ke permukaan setelah kedapatan di sebuah hotel di manado,isu ini langsung menjadi perbincangan hangat di masyarakat karena keduanya merupakan pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Kami kecewa berat. Bagaimana kami bisa menghormati pemimpin desa kalau mereka justru mempertontonkan aib seperti ini? Ini bukan hanya urusan pribadi, ini mencoreng nama baik pemerintah daerah,” ucap salah satu masyarakat di wilayah pinolantungan.
Ironisnya, Pemerintah Daerah Bolsel terkesan bungkam. Tak ada klarifikasi, apalagi tindakan tegas terhadap kedua oknum kepala desa tersebut. Padahal, skandal ini sudah menjadi konsumsi publik dan memicu keresahan sosial di akar rumput.
“Kami menilai Pemda Bolsel sudah tidak punya nyali. Kenapa bisa diam soal kasus memalukan ini? Apakah ada pembiaran sistematis? Kalau tidak segera ditindak, ini bisa merusak tatanan moral dan birokrasi desa secara menyeluruh,” tegas warga mamalia ll Bolsel.
Warga mendesak Bupati Bolsel dan Inspektorat Daerah untuk segera turun tangan, memeriksa dan memberikan sanksi terhadap kedua kepala desa tersebut, bila perlu pecat oknum kepala desa pinolantungan dn kepala desa mamalia II Sebab, menurut warga, skandal ini bukan sekadar soal pribadi, tetapi telah menyangkut etika, moralitas pejabat, dan kredibilitas pemerintahan desa di mata publik.
Kini masyarakat Bolsel menunggu: Apakah Pemda akan bertindak tegas, atau memilih tetap bungkam dan membiarkan kehancuran moral ini menjadi warisan pemerintahan saat ini?
(Afat)*





