Tokoh Masyarakat Akhirnya Angkat Bicara Terkait Kekisruhan Yayasan Dan Tiga Kepala Madrasah

Berita, Daerah1953 Dilihat

Gorontalo – pelopormedia.id. Adanya kekisruhan di Yayasan Idris Yadi tokoh masyarakat akhirnya angkat bicara. Ia mengaku sangat miris melihat keadaan ini, karena madrasah yang sudah puluhan tahun tersebut sudah sangat dikenal dan banyak mantan siswa yang berhasil meraih gelar dan menjadi TNI Polri di madrasah tersebut.

Namun bukannya makin guyub, malah terjadi perpecahan antara pihak yayasan dan tiga kepala madrasah, yang telah diberhentikan secara sepihak oleh Ketua Yayasan, tanpa ada rapat bersama pengurus yayasan lainnya, hal itu berawal dari dugaan intervensi pihak yayasan kepada tiga kepala madrasah.

Berdasarkan hasil wawancara awak media dengan beberapa tokoh masyarakat di desa bumela, dan desa suka damai kecamatan bilato, kabupaten gorontalo” kami sebenarnya sangat kecewa dengan yayasan itu, dan sangat menyangkan kepada tiga kepala madrasah yang diberhentikan oleh ketua yayasan secara sepihak tanpa ada persetujuan dari pengurus yayasan lainnya.

Pengunduran tiga kepala madrasah itu, diakibatkan oleh sudah tidak nyaman mereka terhadap kebijakan pihak yayasan,” ucap Idris Yadi.

Sah-sah saja jika kami sebagai tokoh masyarakat angkat bicara tentang yayasan itu, karena menurut laporan yang kami terima dari tiga kepala madrasah ini sangat memprihatinkan, kami temui beberapa hal laporan yang butuh dikonfirmasikan ke pihak yayasan,” ungkap tokoh masyarakat tersebut, Minggu (18/08/2025).

Tiga kepala madrasah mengaku kritik yang dilontarkan berdasarkan “speak by data”salah satunya surat keputusan ketua yayasan yang dikirimkan lewat Whatsapp.

” Kami sebagai tokoh masyarakat menyampaikan bahwa, kami masih berkeyakinan bahwa yayasan ini bisa maju, ketika kepengurusan di tata kembali, dan seluruh pengurus dilibatkan dalam setiap rapat madrasah dan kegiatan lalainnya, karena ini penting demi masa depan anak-anak siswa,”Kata H. Maulana

“Secara pribadi kami mengakui perkembangan infrastruktur yang ada di madrasah sudah maksimal dalam menunjang kualitas pendidikan, namun dalam kepengurusan yayasan harus diperbaharui kembali,”tambahnya.

Namun, imbuh dia, bagi jajaran pengurus lainnya terutama yang punya peranan penting atau mempunyai pengaruh dalam mengelola yayasan selama ini, terutama terkait dengan keuangan baik ketua pembina, anggota pembina aktif maupun bendahara, tokoh masyarakat tersebut mengatakan,
“memohon maaf kami belum bisa percaya sepenuhnya, “tandasnya.

“Harapan kami jika memang dalam perjalanannya ada indikasi kesalahan atau kemungkinan adanya terjadi penyimpangan, ya, sebaiknya kita bentuk saja rapat terbatas yang dihadiri unsur Pemerintah Desa, unsur BPD, pengurus yayasan, masyarakat yang dianggap bisa mewakili masyarakat, diharapkan untuk perbaikan tata kelola manajemen dan aturan main yang sekiranya belum ditetapkan oleh yayasan selama ini,”paparnya.

“Kami berharap dalam masa periode Pak Yusman sebagai Ketua Yayasan, apabila di tahun kemarin berakhir masa kepemimpinannya, nanti diharapkan nama beliau akan tetap baik, ketika beliau tidak akan terpilih lagi sebagai ketua yayasan ini,” Kata Idris Yadi.

Logika sederhananya, ketua yayasan itu dipilih oleh umat berdasarkan musyawarah mufakat. pembina pun tidak bisa dipilih sama halnya dengan metode pemilihan ketua Yayasan. oleh karena itu tokoh masyarakat menganggap AD/RT eksisting masih jauh dari sempurna bahkan tidak ada klausul yang menjelaskan bahwa kepemilikan Yayasan ini menjadi milik pribadi, tidak menutup kemungkinan, hal ini akan berpotensi masalah dikemudian hari.

Ketua pembina adalah orang yang paling bertanggung jawab penuh dalam menanggapi permasalahan yang timbul saat ini.

Penting untuk dicatat bahwa isu-isu ini dapat berdampak pada reputasi yayasan dan kepercayaan masyarakat, terutama para orang tua siswa, Oleh karena itu, penyelesaian yang baik dan transparan sangat diperlukan untuk menjaga kredibilitas yayasan dan menghindari dampak negatif lebih lanjut dihadapan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *