Polres Pohuwato Kendalikan Aksi AMBEPEDA, Situasi Tetap Kondusif hingga Akhir

Berita, Daerah1414 Dilihat

Pohuwato – pelopormedia.id. Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Bersama Penambang Daerah (AMBEPEDA) berlangsung pada Senin (8/9/2025) dengan titik kumpul di Lapangan Poudaa, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Sekitar 30 massa aksi bergerak menuju sejumlah lokasi strategis, termasuk Kantor DPRD, Kantor Bupati, hingga Polres Pohuwato, sambil membawa kendaraan besar, sound system, ban bekas, serta selebaran yang menyuarakan tuntutan mereka.

Isu sentral dalam aksi tersebut adalah “Selamatkan Hak Masyarakat Adat Tambang Panua.” Massa menyampaikan 14 tuntutan, mulai dari pemulihan status hutan Desa Hulawa, penolakan relokasi warga, solusi air bersih dan jalan desa, hingga mendesak pengawasan terhadap dana CSR perusahaan tambang.

Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, S.I.K., M.H., turut hadir mendampingi Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bersama unsur Forkopimda dalam menerima aspirasi massa di Kantor Bupati. Menanggapi tuntutan terkait keberadaan Polsubsektor Buntulia, Kapolres menjelaskan bahwa lokasi pembangunan pos polisi ditetapkan langsung oleh Mabes Polri. Meski demikian, Polres Pohuwato tetap membuka ruang telaah staf untuk menyampaikan saran masyarakat secara berjenjang.

Aksi AMBEPEDA sempat diwarnai pembakaran ban bekas di depan Kantor Bupati, namun berhasil dipadamkan dengan kesadaran massa sendiri. Situasi tetap terkendali berkat langkah persuasif kepolisian. Sebelumnya, personel Sat Intelkam Polres Pohuwato juga telah melakukan pendekatan maksimal kepada koordinator aksi, orator, serta tokoh masyarakat untuk mencegah potensi kericuhan.

Pengamanan aksi dipimpin langsung oleh Kapolres Pohuwato dengan dukungan personel gabungan dari Polres Boalemo, Kodim 1313/Pohuwato, dan Satpol PP. Hingga pukul 15.30 Wita, aksi berakhir dengan aman, tertib, dan kondusif.

Dengan strategi pengamanan yang humanis, Polres Pohuwato berhasil memastikan penyampaian aspirasi tetap berjalan dalam koridor hukum tanpa menimbulkan gangguan serius bagi masyarakat luas.

Sementara itu, salah satu warga Desa Teratai, Isal Laselo, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan persuasif yang dilakukan Polres Pohuwato. Menurutnya, keberhasilan kepolisian menjaga situasi tetap aman membuktikan bahwa aspirasi masyarakat dapat tersalurkan tanpa harus menimbulkan kericuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *