Gorontalo Utara – Pelopormedia.id
Rapat Musyawarah Antar Desa (MAD) kedua dalam rangka evaluasi Program G210 Plus yang digelar Rabu (13/5/2026) di Kecamatan Tomilito berlangsung tertutup tanpa akses bagi publik maupun awak media. Bahkan, lokasi rapat yang semula dijadwalkan di Aula Kantor Camat, secara mendadak dialihkan ke ruang Camat Tomilito.
Berdasarkan pantauan di lokasi, forum tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pengurus dan dewan pengawas BUMDesma Motabi Tilango, tenaga ahli, serta para kepala desa se-Kecamatan Tomilito. Agenda rapat merujuk pada undangan resmi bernomor 138/TMLTO/105/VI/2026, dengan fokus utama pada pembahasan laporan pertanggungjawaban BUMDesma.
Sebelumnya, Camat Tomilito, Rafiq M. Rahmola, menyampaikan bahwa MAD kedua ini difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program G210 Plus, mencakup perkembangan ternak, tata kelola program, hingga kondisi keuangan.
Namun demikian, hingga rapat berlangsung, tidak ada penjelasan resmi terkait alasan penutupan forum serta pengalihan lokasi rapat ke ruang camat. Kondisi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi, mengingat forum tersebut membahas penggunaan dana publik yang seharusnya terbuka untuk diawasi.
Minimnya keterbukaan ini dinilai berpotensi memperbesar spekulasi di tengah masyarakat, terlebih di tengah meningkatnya sorotan terhadap capaian dan keberlanjutan Program G210 Plus.
Saat dikonfirmasi di lokasi, Camat Rafiq Rahmola secara tegas menyatakan bahwa rapat tersebut bersifat internal dan tidak dapat diakses.
“Tidak boleh (tidak bisa), masih rapat internal begitu. Nanti hasilnya baru wawancarai mereka. Jadi tidak bisa, karena ini kegiatannya tertutup. Ini masih rapat internal. Jika Inspektorat menggunakan istilah audit, kalau kita menggunakan istilah evaluasi,” ujar Rafiq.
Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berlangsung dan belum ada keterangan resmi terkait hasil maupun keputusan yang diambil.




