PENAS Nasional Digelar di Gorontalo, Infrastruktur Pertanian di Tolangohula Justru Memprihatinkan

Daerah, Gorontalo89 Dilihat

Gorontalo – Pelopormedia.id, Menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan yang sementara digelar di Gorontalo, kondisi infrastruktur di Desa Polohungo, Kecamatan Tolangohula, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga mengeluhkan kerusakan jembatan penghubung antara Desa Polohungo dan Desa Binajaya serta sejumlah ruas jalan yang menjadi akses utama aktivitas pertanian dan perekonomian warga.
Jembatan yang rusak akibat diterjang banjir beberapa tahun lalu hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.

Akibatnya, masyarakat harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kendaraan roda dua terpaksa diangkat secara gotong royong saat melintasi sungai, sedangkan kendaraan roda empat tidak dapat melewati jalur tersebut ketika debit air sungai meningkat atau terjadi banjir.

Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghasilan utama warga setempat. Selain jembatan, kerusakan jalan desa juga menjadi keluhan para petani karena menyulitkan proses pengangkutan hasil panen, terutama saat musim hujan ketika jalan berubah menjadi berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.

Pemuda Desa Polohungo, Yayan Saleh, berharap momentum penyelenggaraan PENAS dapat menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.
Menurutnya, kegiatan nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari berbagai daerah tersebut seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat petani di lapangan.

“Kami berharap pelaksanaan PENAS di Gorontalo dapat membawa perhatian lebih terhadap kondisi jalan dan jembatan di Desa Polohungo. Infrastruktur yang baik sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yayan.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan dan ruas jalan yang rusak agar akses transportasi kembali normal. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi hasil pertanian, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta meningkatkan kesejahteraan warga Desa Polohungo dan wilayah sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *