Gorontalo Utara, Pelopormedia.id – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ichsan Gorontalo Utara (UIGU), Sahril Kolly, mendesak pemerintah dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional truk pengangkut pelet yang melintasi jalur Trans Sulawesi. Desakan itu disampaikan menyusul insiden truk bermuatan pelet yang mundur di tanjakan Desa Ibarat, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (3/7/2026).
Menurut Sahril, insiden yang melibatkan truk bernomor polisi DM 8756 AA tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Jangan sampai kejadian ini dianggap biasa. Jalur tersebut merupakan jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Tengah. Jika tidak dievaluasi, dikhawatirkan akan terjadi insiden yang lebih besar dan bahkan menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
Ia menilai peristiwa tersebut perlu menjadi bahan evaluasi, termasuk menelusuri apakah terdapat faktor teknis kendaraan, kondisi muatan, atau aspek lain yang menyebabkan truk tidak mampu menanjak hingga bergerak mundur.
Sahril meminta perusahaan, kontraktor, serta instansi terkait melakukan evaluasi terhadap sistem pengangkutan agar operasional kendaraan tidak membahayakan masyarakat.
“Kami meminta pihak terkait untuk melakukan evaluasi. Jika memang terdapat muatan yang melebihi kapasitas atau faktor lain yang memengaruhi keselamatan, maka harus segera dibenahi agar kendaraan tetap aman saat melintasi jalur bertanjakan,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong aparat kepolisian dan instansi yang berwenang memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas di ruas Trans Sulawesi.
“Jangan menunggu sampai ada korban baru dilakukan tindakan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Evaluasi harus dilakukan sejak sekarang agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Sebelumnya, sebuah truk bermuatan pelet bernomor polisi DM 8756 AA dilaporkan mengalami insiden mundur saat melintasi tanjakan di Desa Ibarat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, namun sebagian muatan pelet tumpah ke saluran drainase di pinggir jalan. Hingga beberapa waktu setelah kejadian, truk masih berada di lokasi sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut.














