Gorontalo Utara, Pelopormedia.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, melaksanakan reses masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) V Gorontalo Utara. Memasuki hari keempat reses, kegiatan dipusatkan di Desa Masuru, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Dalam dialog bersama masyarakat, persoalan yang paling banyak disampaikan bukan hanya terkait bantuan pemerintah, melainkan kepastian pendapatan bagi petani jagung.
Ridwan mengungkapkan, Desa Masuru memiliki sekitar 420 hektare lahan jagung yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat. Karena itu, para petani berharap pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan benih dan pupuk, tetapi juga memastikan kualitas bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Yang paling menjadi harapan masyarakat adalah adanya jaminan harga jagung. Menurut mereka, apabila harga jagung dapat dipertahankan minimal Rp5.000 per kilogram, maka kesejahteraan petani akan jauh lebih terjamin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi yang selama ini terjadi menunjukkan adanya paradoks dalam tata niaga hasil pertanian. Ketika musim panen raya tiba, harga jagung justru mengalami penurunan sehingga petani merugi. Sebaliknya, saat stok mulai berkurang di luar musim panen, harga kembali meningkat.
Menurut Ridwan, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus diiringi dengan kebijakan tata niaga yang berpihak kepada petani.
“Politik pertanian tidak boleh berhenti pada pembagian bantuan. Yang lebih penting adalah menghadirkan perlindungan terhadap harga hasil panen agar petani memiliki kepastian usaha dan pendapatan,” tegasnya.
Selain persoalan pertanian, warga Desa Masuru juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain, di antaranya pembangunan jamban, peningkatan akses jalan desa, serta dukungan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Ridwan, aspirasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara terpadu. Infrastruktur yang memadai akan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, sementara akses permodalan akan memberikan peluang bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Menutup kegiatan reses hari keempat, Ridwan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan daerah bukan terletak pada banyaknya program yang diumumkan, melainkan pada kemampuan pemerintah menghadirkan solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Ia memastikan seluruh aspirasi warga Desa Masuru akan diperjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran di DPRD Provinsi Gorontalo.
“Politik yang berpihak adalah politik yang memastikan petani memperoleh harga yang adil, desa memiliki infrastruktur yang layak, serta masyarakat mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” pungkasnya.









