BOLAANG MONGONDOW — Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sulawesi Utara dalam beberapa hari terakhir menghadapi antrean panjang kendaraan. Kondisi tersebut terjadi menyusul berkurangnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang berlangsung selama kurang lebih tiga hari berturut-turut.
Keterbatasan pasokan ini disebut dipengaruhi keterlambatan kapal pengangkut BBM menuju Depot Pertamina Bitung akibat kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi di sejumlah perairan Sulawesi Utara.
Dampaknya, distribusi BBM ke sejumlah SPBU di wilayah Sulawesi Utara harus mengalami penyesuaian, termasuk pasokan Pertalite di SPBU 74.957.05 Kosio, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Biasanya, SPBU Kosio menerima pasokan Pertalite sebanyak 24 kiloliter. Namun, akibat kondisi distribusi saat ini, pasokan yang diterima berkurang menjadi sekitar 16 kiloliter.
Kondisi tersebut kemudian menyebabkan antrean kendaraan menjadi lebih panjang dari biasanya, terutama dari masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk para petani yang menggunakan BBM untuk menunjang aktivitas pertanian mereka.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak pengelola SPBU Kosio menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat dan pelanggan atas pelayanan yang belum maksimal akibat keterbatasan pasokan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan pelanggan SPBU Kosio atas kondisi dan pelayanan yang belum maksimal dalam beberapa hari terakhir. Keterbatasan pasokan ini menyebabkan antrean panjang dan tentunya cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
Pihak pengelola juga meminta pengertian dan kerja sama seluruh pelanggan, baik pengguna kendaraan roda dua, roda empat maupun masyarakat petani yang telah membawa rekomendasi pembelian BBM untuk kebutuhan pertanian.
Menurut pihak SPBU Kosio, kondisi keterbatasan pasokan tersebut bersifat sementara dan diharapkan segera kembali normal seiring membaiknya kondisi cuaca serta lancarnya distribusi BBM dari Depot Pertamina Bitung.
Pihak SPBU Kosio memastikan bahwa pasokan BBM diharapkan kembali stabil memasuki awal September 2026, sehingga aktivitas masyarakat, khususnya para petani dan pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, dapat kembali berjalan normal.
“Kami berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga distribusi BBM kembali lancar. Kami juga berharap masyarakat dapat saling memahami dan bekerja sama selama kondisi pasokan masih terbatas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya kembali normal demi kelancaran aktivitas masyarakat,” ungkap pihak pengelola SPBU Kosio.
Pihak SPBU Kosio kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tertib selama proses pengisian BBM berlangsung.











