Malaria Merebak di Desa Lamu, 11 Warga Disebut Positif dan Satu Meninggal

Berita29 Dilihat

 

GORONTALO,Pelopormedia.id Warga Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, dikejutkan dengan merebaknya kasus malaria yang disebut telah menyerang sedikitnya 11 warga sepanjang September 2026. Dari jumlah tersebut, satu warga berinisial KT dilaporkan meninggal dunia.

Tokoh pemuda asal Desa Lamu, Tutun Suaib, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kasus malaria yang terjadi saat ini merupakan kejadian luar biasa karena jumlah warga yang terdampak dinilai cukup besar dibandingkan kasus sebelumnya.

“Serangan malaria ini paling besar,” ujar Tutun kepada awak media ini, Rabu (23/9/2026).

Tutun menyebut, Desa Lamu saat ini dinyatakan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria. Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu kejadian terburuk yang pernah terjadi di desa tersebut.

Menurut Tutun, dari 11 warga yang disebut terkena malaria, satu warga berinisial KT dilaporkan meninggal dunia. Keterangan mengenai penyebab kematian tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kesehatan.

Tutun berharap Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui petugas kesehatan segera melakukan pemeriksaan terhadap warga, khususnya melalui pemeriksaan sampel darah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mengetahui secara pasti jumlah warga yang positif malaria.

“Pemeriksaan perlu dilakukan agar diketahui berapa orang yang positif terkena malaria dan berapa yang belum diketahui,” katanya.

Selain pemeriksaan, Tutun mendorong pemerintah segera mengambil langkah pencegahan untuk mengantisipasi bertambahnya kasus. Di antaranya dengan membentuk posko penanganan malaria, memberikan pengobatan kepada warga yang terkonfirmasi, melakukan penyemprotan massal, serta membagikan kelambu kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Tutun menyampaikan adanya dugaan bahwa kasus malaria di Desa Lamu berkaitan dengan aktivitas sejumlah warga yang bekerja sebagai penambang emas di luar daerah.

Menurutnya, warga yang bekerja di kawasan pertambangan tersebut diduga kembali ke Desa Lamu dalam kondisi sakit. Ia juga menyebut kawasan pertambangan tempat warga tersebut bekerja terdapat warga lain yang terkena malaria.

Namun, dugaan mengenai asal penularan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran epidemiologis oleh petugas kesehatan.

Tutun berharap pemerintah segera melakukan penanganan secara cepat dan terpadu agar kasus malaria di Desa Lamu tidak terus bertambah dan tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

“Jangan sampai korban terus berjatuhan. Pemerintah harus segera melakukan langkah penanganan dan pencegahan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *