Cetak KBK 100 Persen, Puskesmas Kwandang Pertahankan Rekor 14 Bulan, Molingkapoto Menyusul

Berita271 Dilihat

GORONTALO UTARA, Pelopormedia.id — Di tengah tuntutan peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Puskesmas Kwandang dan Puskesmas Molingkapoto mencatatkan capaian membanggakan. Keduanya berhasil meraih Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) 100 persen dari BPJS Kesehatan, sebuah capaian yang mencerminkan pemenuhan target kinerja pelayanan kesehatan tingkat pertama.

 

Puskesmas Kwandang menjadi salah satu yang menonjol setelah mampu mempertahankan capaian KBK 100 persen selama 14 bulan berturut-turut, sejak Juli 2025 hingga September 2026. Sementara itu, Puskesmas Molingkapoto berhasil menyusul dengan mencapai angka yang sama pada September 2026.

 

Kepala Puskesmas Kwandang, dr. Alinda Sahrudin, mengungkapkan bahwa konsistensi tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi jajarannya.

 

“Alhamdulillah, Puskesmas Kwandang sudah 14 bulan berturut-turut capai KBK 100% sejak Juli 2025. Ini rekor bagi kami,” ungkap dr. Alinda Sahrudin.

 

Capaian tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Dalam skema KBK, pemenuhan indikator kinerja turut menentukan besaran pembayaran kapitasi yang diterima fasilitas kesehatan tingkat pertama. Artinya, konsistensi kinerja menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung operasional dan pelayanan kesehatan di puskesmas.

 

Alinda menyebut, keberhasilan Puskesmas Kwandang kini diikuti Puskesmas Molingkapoto. Bahkan, menurut dia, peluang capaian serupa masih terbuka bagi sejumlah puskesmas lainnya di Kabupaten Gorontalo Utara.

 

“Yang lebih membanggakan lagi, saat ini ada 4 Puskesmas lainnya di Gorontalo Utara yang sudah berada di posisi 95% dan diprediksi akan segera menyusul mencapai 100%,” ujarnya.

 

Tiga indikator menjadi penentu

 

Dr. Alinda menjelaskan, Kapitasi Berbasis Kinerja merupakan mekanisme pembayaran oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang besarannya dikaitkan dengan pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan.

 

Menurutnya, capaian maksimal pada seluruh indikator memungkinkan puskesmas menerima pembayaran kapitasi secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Jika puskesmas mampu mencapai 100% di 3 indikator, maka kapitasi akan dibayarkan full 100%,” tutur Alindah.

 

Ia menyebut terdapat tiga indikator yang dinilai setiap bulan, yakni:

 

1. Angka Kontak dengan Peserta JKN Aktif, dengan target minimal 150 kontak per 1.000 peserta setiap bulan.

2. Rasio Rujukan Nonspesialistik, dengan target maksimal 2 persen dari total rujukan per bulan.

3. Rasio Peserta Prolanis Terkendali, dengan target minimal 5 persen.

 

Ketiga indikator tersebut menjadi tolok ukur dalam penilaian kinerja FKTP. Karena itu, capaian KBK 100 persen tidak hanya berkaitan dengan administrasi pembayaran, tetapi juga menuntut konsistensi dalam menjangkau peserta JKN, mengelola rujukan nonspesialistik, serta menjaga kondisi kesehatan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

 

Apresiasi dukungan pemerintah dan lintas sektor

 

Alinda menegaskan, keberhasilan yang diraih Puskesmas Kwandang tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan hingga Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

 

“Tentu saja setiap pencapaian kami ini berkat bimbingan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara dan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara yakni Bupati dan Wakil Bupati, juga pihak Legislatif yang tak henti-hentinya mendorong kinerja puskesmas,” ungkap dr. Alindah.

 

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor di 18 desa se-Kecamatan Kwandang menjadi bagian penting dalam mendorong pencapaian target kinerja.

 

Selain dukungan pemerintah, kerja keras seluruh pegawai Puskesmas Kwandang dan Molingkapoto turut menjadi faktor penting dalam capaian tersebut.

 

Alinda berharap keberhasilan kedua puskesmas itu dapat menjadi pemacu bagi fasilitas kesehatan lainnya di Gorontalo Utara untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Dengan rekor ini, Puskesmas Kwandang dan Molingkapoto dapat menjadi motivasi bagi Puskesmas lain di Gorontalo Utara untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tandasnya.

 

The Dream Team, tim di balik capaian KBK 100 persen

 

Di balik keberhasilan mempertahankan capaian KBK 100 persen, Alinda mengungkapkan bahwa ada tim yang bekerja di balik layar. Di lingkungan Puskesmas Kwandang, tim tersebut dikenal dengan sebutan The Dream Team.

 

Menurut Alinda, perjalanan membangun tim tersebut bukanlah hal yang mudah. Sepanjang 2023 hingga 2025, tim itu telah mengalami bongkar pasang berkali-kali. Namun, berbagai proses dan perubahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk mewujudkan target yang selama ini menjadi impian bersama.

 

“Ada tim di balik layar tercapainya target KBK 100 persen. Kwandang menyebutnya The Dream Team. Tim yang sejak 2023–2025 dibongkar pasang berkali-kali. Sehingga target ini menjadi mimpi besar kami, karena ini tidaklah mudah,” ungkap Alinda.

 

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut akhirnya dapat diwujudkan berkat kemampuan The Dream Team dalam membangun kolaborasi dengan seluruh program yang ada di Puskesmas Kwandang.

 

Menurutnya, sinergi ant program menjadi salah satu kunci penting untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap indikator kinerja dapat dicapai secara optimal.

 

“Berkat kemampuan The Dream Team yang mampu berkolaborasi dengan seluruh program di puskesmas, maka terwujud sudah di Juli 2025 hingga sekarang,” ungkap Alinda.

 

Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua orang, melainkan juga oleh kerja sama, komitmen, dan konsistensi seluruh tim dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

 

Bagi Puskesmas Kwandang, The Dream Team bukan sekadar sebutan, melainkan gambaran perjalanan panjang membangun kekompakan dan kolaborasi hingga mampu mewujudkan target yang sebelumnya menjadi mimpi besar bersama.

 

Capaian 100 persen tersebut kini menjadi modal positif bagi Puskesmas Kwandang dan Molingkapoto. Namun, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan angka kinerja, melainkan memastikan bahwa capaian itu berjalan seiring dengan peningkatan akses, kualitas, dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *