Tagihan SIMRS RSUD ZUS Disebut Capai Rp90 Juta per Bulan, Bagian Keuangan Benarkan Ada Tunggakan

Berita258 Dilihat

GORONTALO UTARA, Pelopormedia.id —  Tagihan layanan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS), Kabupaten Gorontalo Utara, disebut mencapai sekitar Rp90 juta per bulan. Pihak bagian keuangan rumah sakit juga membenarkan adanya tunggakan pembayaran kepada vendor penyedia aplikasi tersebut. Sabtu (31/10/2026).

 

Informasi ini diperoleh redaksi saat melakukan konfirmasi terkait kabar adanya tunggakan pembayaran sekitar Rp84 juta kepada vendor penyedia aplikasi SIMRS di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

 

Direktur RSUD ZUS, dr. Rachman Kuki, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (22/10/2026), menyampaikan bahwa dirinya sedang melaksanakan dinas luar di Manado dalam rangka kegiatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

 

“Iya sy di Manado ini,” tulis Rachman dalam pesan singkatnya.

 

Ia kemudian mengarahkan awak media untuk berkoordinasi dengan jajarannya di rumah sakit, khususnya Kasubag Umum dan Humas.

 

Saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, Kasubag Umum, Erich Talarima, mengarahkan redaksi untuk menghubungi bagian keuangan guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.

 

“Terkait itu bisa langsung konfirmasi ke bagian keuangan saja, Pak. Nanti saya kirim nomor kepala seksi keuangannya saja, Pak,” jawab Erich melalui WhatsApp.

 

Konfirmasi kemudian dilanjutkan kepada Hais, Kepala Seksi Anggaran, Perbendaharaan, Verifikasi dan Akuntansi Keuangan RSUD ZUS. Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Jumat (23/10/2026), Hais membenarkan adanya tunggakan pembayaran sekaligus menjelaskan bahwa tagihan layanan SIMRS mencapai sekitar Rp90 juta per bulan.

 

“Tagihannya itu 90-an juta/bulan, termasuk pajak di dalamnya. Untuk komponennya itu beberapa modul/fitur di sistem. Semakin banyak modul yang dibutuhkan RS, semakin bertambah biayanya. Kemudian ditambah dengan perangkat berupa server dan perangkat lainnya,” jelas Hais melalui pesan WhatsApp.

 

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa nilai tagihan SIMRS tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga mencakup sejumlah modul atau fitur serta perangkat pendukung, termasuk server.

 

Meski demikian, besaran tunggakan yang telah jatuh tempo, periode keterlambatan pembayaran, serta total kewajiban yang belum diselesaikan kepada vendor masih perlu diperjelas.

 

Kondisi ini menjadi perhatian, mengingat SIMRS merupakan salah satu sistem pendukung operasional rumah sakit, mulai dari administrasi pasien, pengelolaan data pelayanan, hingga proses pencatatan dan pelaporan. Karena itu, transparansi mengenai besaran kontrak, realisasi pembayaran, serta status kewajiban kepada vendor menjadi penting untuk memastikan pengelolaan anggaran rumah sakit berjalan secara akuntabel.

 

Redaksi juga belum memperoleh keterangan mengenai penyebab tunggakan, langkah penyelesaian yang disiapkan manajemen rumah sakit, serta kemungkinan dampaknya terhadap kelangsungan layanan SIMRS yang digunakan dalam mendukung pelayanan administrasi dan operasional rumah sakit.

 

 

Berita Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *