Mafia Tambang Mas Ilegal di Ratatotok Kian Merajalela, Diduga RK Alias OI Kebal Hukum!

Berita, Headline, Mitra, Nasional1373 Dilihat

Mitra– Aktivitas mafia tambang mas ilegal di Ratatotok kembali menjadi sorotan tajam publik. Nama RK alias OI mencuat sebagai aktor yang diduga kuat menguasai lahan kebun raya yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Kolam”. Mirisnya, aktivitas tambang emas ilegal tersebut berjalan bebas tanpa tersentuh hukum sedikitpun, seolah-olah hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Padahal, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, sudah tegas menyatakan sikap: basmi mafia tambang ilegal yang merusak lingkungan dan jelas-jelas melanggar hukum. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. RK alias OI tetap leluasa menjalankan bisnis haramnya, bahkan BBM bersubsidi jenis solar terlihat terang-terangan ditampung dalam jerigen dan gelon dengan skala besar, mencapai ton-tonan, untuk menyuplai kegiatan ilegal tersebut.

Lebih ironis lagi, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada salah satu anak RK, yakni EK, jawaban yang diberikan justru semakin menimbulkan tanda tanya besar. EK dengan enteng mengatakan dirinya tidak tahu-menahu dan tidak ada hubungan dengan aktivitas ilegal sang ayah. Pernyataan tersebut dinilai publik aneh dan janggal, sebab sangat mustahil seorang anak tidak mengetahui bisnis besar yang dijalankan oleh orang tuanya. “Jangan pura-pura tidak tahu, publik menilai jelas dia tahu!” ucap salah satu warga dengan nada geram.

Masyarakat menilai, pembiaran terhadap mafia tambang emas ilegal ini sama saja dengan bentuk pengkhianatan terhadap amanat Presiden. Warga mendesak Mabes Polri untuk segera turun tangan dan mengambil langkah tegas, tanpa pandang bulu, guna menindak RK alias OI beserta kroni-kroninya. Jika dibiarkan terus, maka bukan hanya lingkungan yang hancur, tetapi juga wibawa hukum dan pemerintah akan dipertaruhkan.

Kini, sorotan publik tertuju pada aparat penegak hukum. Apakah berani menindak mafia tambang emas ilegal di Ratatotok sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto? Ataukah justru akan kembali bungkam dan memberi ruang bagi para mafia untuk semakin merajalela?

(Tim)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *