GORONTALO UTARA, Pelopormedia.id – Setelah sebelumnya menjadi sorotan karena membangun sistem penyediaan air bersih secara mandiri yang dimanfaatkan sedikitnya 10 kepala keluarga di Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Tomi Tintia kembali menyuarakan kepeduliannya terhadap persoalan air bersih di desanya. Kali ini, perhatian Tomi tertuju pada dugaan kualitas air yang disalurkan melalui jaringan PDAM desa.
Menurut Tomi, kepeduliannya tidak hanya sebatas menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat, tetapi juga memastikan air yang digunakan benar-benar aman bagi kesehatan. Ia mempertanyakan kualitas air yang bersumber dari aliran sungai yang menurutnya diduga telah terpapar limbah pertanian, seperti pestisida dan pupuk.
Ia mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat yang mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air tersebut. Bahkan, Tomi menyebut dirinya bersama anggota keluarganya juga pernah mengalami keluhan serupa.
“Yang paling parah, PDAM desa itu hanya bersumber dari air sungai yang menurut saya diduga telah tercemar limbah pertanian, khususnya pestisida dan pupuk. Akibatnya banyak masyarakat mengeluhkan gatal-gatal. Jika kondisi itu terus berlangsung tanpa pengolahan air yang memadai, saya khawatir akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,” tegas Tomi, Sabtu (25/7/2026).
Tomi menegaskan, pengalamannya membangun sistem penyediaan air bersih secara mandiri justru membuatnya semakin memahami bahwa persoalan air bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga menyangkut kualitas dan keamanan bagi masyarakat.
Karena itu, ia menilai pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap keluhan warga. Menurutnya, dugaan tersebut harus segera dibuktikan melalui uji laboratorium oleh instansi yang berwenang agar masyarakat memperoleh kepastian ilmiah mengenai kualitas air yang mereka gunakan setiap hari.
Selain mendesak dilakukannya pengujian kualitas air, Tomi juga meminta Pemerintah Desa Molantadu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan menghadirkan solusi permanen agar persoalan air bersih yang terus berulang setiap musim kemarau dapat diselesaikan secara menyeluruh.
“Masyarakat berhak mendapatkan air bersih yang aman. Jangan sampai warga terus menggunakan air yang dikhawatirkan bermasalah tanpa ada kepastian dari hasil pemeriksaan ilmiah,” katanya.
Sejumlah warga juga mengaku mengalami keluhan gatal-gatal setelah menggunakan air dari jaringan PDAM desa. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat hasil uji laboratorium yang membuktikan adanya pencemaran maupun hubungan antara kualitas air dengan keluhan kesehatan tersebut, sehingga dugaan yang disampaikan narasumber masih memerlukan pembuktian secara ilmiah.
Hingga berita ini diterbitkan, Pelopormedia.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pengelola PDAM Desa Molantadu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo Utara, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara terkait dugaan kualitas air, rencana pengujian laboratorium, serta keluhan masyarakat sebagaimana disampaikan narasumber.








