Bolaang Mongondow Selatan – Aktivitas tambang emas ilegal di Desa Motandoi Kec, Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) semakin meresahkan. Meski telah berulang kali dilaporkan oleh masyarakat dan aktivis lingkungan, hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat kepolisian setempat. Mirisnya, Kapolres Bolsel justru terkesan tutup mata terhadap maraknya aktivitas penambangan liar tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa di kilo 12,ada sejumlah alat berat beroperasi tanpa izin di kawasan hutan lindung, merusak ekosistem dan lingkungan. Aktivitas ini diduga melibatkan oknum-oknum yang memiliki jaringan kuat, sehingga sulit disentuh oleh hukum.
“Sudah sering kami laporkan, tapi tidak ada respon. Mereka seperti kebal hukum,” ujar salah satu warga Desa Motandoi kec,Pinolosian yang tidak mau di sebut namanya, merasa terdampak langsung akibat limbah tambang.
Kondisi ini memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Banyak yang mempertanyakan sikap diam aparat penegak hukum, terutama Kapolres Bolsel, yang seharusnya bertindak cepat menegakkan aturan.
Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait situasi ini. Warga berharap pemerintah provinsi dan Mabes Polri turun tangan untuk menindak tegas aktivitas tambang ilegal yang semakin tak terkendali.
(Red)**













