Bolmong -ll Warga masyarakat desa mogunggung 1 sangat menyayangkan atas tindakan dari beberapa oknum yang diduga kuat sebagai pelaku pengrusakan Rumah pada salah satu masyarakat yang ada di mogunggung 1 (10/06/2025)
Pemilik rumah yang bernama Fredy umbo kepada media mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah kami laporkan di Polsek Dumoga Timur dengan nomor Laporan: LP/B/45/v/2025/SPKT/Sek Dumoga /Polda Sulut .Tanggal 30 mei 2025.

Oleh Polsek Dumoga bersama dengan pemerintah desa mogunggung 1 awalnya sudah mendapatkan kesepakatan , kami sepakat untuk tidak mempermasalahkan kasus ini lagi.
Dalam pertemuan saat itu kami mendapatkan kesepakatan di mana beberapa pelaku bersedia untuk mengganti seluruh kerusakan dan memberikan sejumlah uang untuk perbaikan Rumah kami namun sampai saat ini. semuanya tidak terealisasi sesuai dengan harapan kami. Kami hanya diberikan 4 lembar seng dan uang yang dijanjikan tidak kunjung ada.
Kami pun sudah tidak mempermasalahkan persoalan itu karena kami berpikir semua itu sudah ditangan Pemerintah desa dan Polsek dumoga Timur.

Namun sayangnya kurang lebih satu minggu kemudian rumah kami setiap malam mendapat teror dan setiap malam rumah kami dilempar dengan batu yang diduga kuat dilakukan oleh orang yang sama.
Kami pun melaporkan hal tersebut melaporkan kejadian-kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib dan kepala desa yang ada namun tidak ada tindakan apa-apa yang dilakukan oleh pihak Polsek Dumoga Timur sangadi juga selaku kepala desa tidak ada tidak ada tindakan apa-apa. Agar masalah tersebut bisa selesai
Pada beberapa hari lalu saat kami tidak berada di rumah kami lagi ke imandi kami pun dikejutkan dengan laporan oleh salah satu warga yang datang dan mengatakan bahwa rumah. Kami telah hancur.di hujani batu.
Namun sayangnya pihak Polsek dumoga Timur di anggap tidak serius dalam pengungkapan fakta yang ada.
Anggota Polsek Dumoga Timur hanya di pandang sebelah mata oleh parah terduga pelaku, Seakan tidak ada rasa takut sama sekali kepada aparat penegak hukum,
Terbukti sampai pada saat ini rumah kami sudah hancur hampir setiap malam dilempari dengan banyak batu bahkan dapur kami pun rusak parah ( dindingnya sudah roboh) seluruh teras rumah kami bersama dengan dapur yang ada,sudah hancur. begitu juga dengan kendaraan kami yang ada di dalam rumah hancur terkena batu
kami selaku pemilik rumah sangat menyayangkan proses penegakan hukum sangat laban,
Laporan kami seakan tidak diperhatikan oleh Polsek Dumoga Timur.pasalnya kami sudah beberapa kali bolak-balik melapor ke Pemerintah desa bahkan di Polsek dumoga Timur.
Namun sayangnya sampai rumah kami hancur tidak ada tindakan tegas dari pemerintah desa dan Polsek dumoga Timur kami berharap kami bisa tinggal di rumah kami dengan tenang dan aman dari ancaman.
kami berpikir ini adalah negara hukum kenapa masih ada lagi kejadian seperti ini sama dengan yang sudah terjadi pada keluarga kami.
Mereka dengan sengaja merusak rumah kami dengan alasan dan tuduhan yang tidak jelas tanpa ada bukti sama sekali mereka menuduh kami keluarga sebagai orang jahat katanya kami sebagai tukang santet
Bagi kami ini sudah di luar dari batas kenapa masalah seperti ini di biarkan. di mana keadilan bisa kami dapatkan, kenapa kami harus di suruh, mengakui hal yang tidak pernah kami lakukan,apakah Aparat penegak tidak berani bertindak lagi.
para terduga pelakupun bebas melenggang tanpa tersentuh hukum.
kamipun meminta tindakan tegas dari Polsek Dumoga Timur untuk segera memproses.parah terduga pelaku yang kami laporkan pada waktu yang lalu karena merekalah pemicu awal sehingga rentetan kejadian berlangsung sampai saat ini.Tutup Fredy Umbo pemilik Rumah .
Kapolsek Dumoga Timur melalui Kanit Reskrim Polsek Dumoga Timur AIptu Made Sudarma saat di konfirmasi mengatakan terkait Laporan Yang ada,Saat ini kasus tersebut sedang kami tangani ucap Kanit Reskrim
(Ronal P)












