Tokoh Masyarakat Desak Yusman Turun Dari Ketua Yayasan Pembina Semangat Eyato

Berita, Daerah3745 Dilihat

Gorontalo – pelopormedia.id. Para Orang tua dan wali murid tiga Madrasah, akan menggelar aksi demo di depan madrasah komplek masjid Ar-rayyan Desa Suka Damai, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, pada kamis, 21/08/2025 nanti.

Aksi demo pada hari Kamis nanti melibatkan para orang tua dan wali siswa madrasah, dan beberapa masyarakat, maupun tokoh masyarakat, mereka akan menyampaikan tuntutan agar ketiga kepala madrasah dikembalikan dalam jabatan kepala madrasah, uang pembangunan di hapuskan, dan Yusman diganti dari ketua yayasan.

Tuntutan lain para orang tua siswa maupun tokoh masyarakat Idris Yadi menghendaki agar dilakukan perombakan pengurus yayasan dan dikembalikan kepada masyarakat.

Idris Yadi juga meminta dilakukannya pengusutan secara tuntas terkait proses pemilihan ketua yayasan hingga transparansi pernggunaan uang infaq setiap bulannya.

Idris Yadi menyampaikan” aksi demo nanti para siswa dan guru tetap melakukan proses belajar mengajar seperti biasa, oleh karenanya Ia meminta setelah aksi demo ini, pemerintah desa suka damai dan BPD segera mengundang pengurus yayasan dan menyelesaikan tuntutan para orang tua siswa ini,”ucapny Idris Yadi.

Beberapa orang tua siswa, mengatakan pada awak media, bahwa yayasan Pembina Semangat Eyato merupakan lembaga milik masyarakat bukan milik pribadi, sehingga dalam setiap pengambilan keputusan harus melibatkan seluruh pengurus yayasan dan masyarakat termasuk dalam hal pemilihan ketua yayasan.

Para orang tua siswa dan tokoh masyarakat menganggap Yusman sebagai ketua yayasan tidak sah secara hukum. Karena proses pemilihannya tidak melibatkan masyarakat dari dulu secara luas,”ungkapnya.

Di sisi lain H. Maulana melihat dalam menjalankan fungsinya antara ketua yayasan dengan manajemen madrasah tidak ada harmonisasi, ia menilai Yusman dalam menjalankan perannya sebagai ketua yayasan terlalu otoriter,” Yusman seringkali memperlakukan kepala madrasah dan guru ibtidaiyah seperti boneka yang bisa dipermainkan kapan saja ia mau,” ujarnya.

Ketua yayasan katanya, tidak mampu menjalan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Salah satu contoh infak yang berasal dari orang tua siswa yang menagih adalah ketua yayasan sendiri.

Mendasari ketidak beresan itulah tokoh masyarakat Idris Yadi bersama orang tua siswa menghendaki agar Yusman diganti dari jabatannya sebagai ketua yayasan. Dan mengembalikan tiga kepala madrasah pada posisi sebagai kepala madrasah,”Ujar Idris Yadi.

Beberapa orang tua siswa ibtidaiyah menyampaikan kepada wartawan bersama orang tua yang lain merasa berat bila harus membayar infaq Rp 20.000 setiap bulan satu anak, sekalipun itu menjadi keputusan dalam setiap rapat, namun tetap memberatkan bagi orang tua siswa. Sampai saat ini.

Beberapa poin penting dalam tuntutan

1. Surat Keputusan Pemberhentian tidak sah dan tidak melalui keputusan bersama pengurus yayasan lainnya.
2. Tiga kepala madrasah dikembalikan menjadi kepala madrasah.
3. Uang pembangunan perbulan di hapuskan.
4. Pembaharuan kembali pengurus yayasan.
5. Ketua Yayasan Dipilih Kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *