Almisbah Dodego Desak PDIP Pecat WM: “Kursi DPRD Bukan Panggung, Tapi Mandat Suci Rakyat”

Berita, Daerah1419 Dilihat

Gorontalo – pelopormedia.id. Suara kritis datang dari tokoh muda Gorontalo, Almisbah Dodego, yang mendesak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk bersikap tegas terhadap kadernya, WM, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari dapil Boalemo–Pohuwato.

Dorongan ini mencuat setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan WM bersama seorang perempuan yang disebut sebagai “simpanannya”. Rekaman itu memicu kegaduhan publik dan menambah daftar panjang kekecewaan rakyat terhadap wakilnya di parlemen daerah.

Menurut Almisbah, apa yang tampak di video tersebut menjadi bukti nyata bahwa sang wakil rakyat telah melupakan mandat suci yang diembannya. “Kursi DPRD bukan panggung pertunjukan. Itu mandat rakyat. Jika disia-siakan, maka gelar anggota dewan hanya menjadi simbol pengkhianatan,” tegasnya.

Lebih jauh, Almisbah mengingatkan bahwa PDIP adalah partai besar yang lahir dari penderitaan rakyat. Namun semua nilai perjuangan itu bisa hancur jika partai tetap memelihara kader yang sudah tidak mencerminkan semangat ideologi partai.

“Kepercayaan rakyat bukan barang murah. Jika PDIP membiarkan kader yang sudah kehilangan integritas bertahan, maka itu sama saja dengan membiarkan marwah perjuangan partai runtuh,” ujarnya.

Almisbah juga mengutip sindiran pedas yang pernah dilontarkan Wahyu Moridu tentang citra DPRD yang kini kerap diplesetkan sebagai ‘Dewan Perampok Rakyat Diam-diam’. Menurutnya, istilah ini memang menyakitkan, namun semakin terasa benar ketika melihat perilaku oknum-oknum dewan yang abai terhadap rakyat.

Ia pun mendesak PDIP, baik di tingkat Gorontalo maupun DPP pusat, untuk tidak menutup mata. “Pemecatan adalah jalan terhormat. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk menyelamatkan marwah partai,” tandasnya.

Di tengah kondisi rakyat yang sedang berjuang menghadapi kesulitan hidup, Almisbah menegaskan bahwa partai politik tidak boleh memberi ruang nyaman bagi wakil rakyat yang hanya sibuk dengan pencitraan, tetapi absen dari tanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *