Manado,pelopormedia.id || Sebagai pegiat anti-korupsi dan Ketua LSM INAKOR Sulawesi Utara, Rolli Wenas memandang langkah penyidik Tipikor Polda Sulut yang melakukan pemeriksaan terhadap Kadis PUPR Deicy Paath merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang patut diapresiasi. Proyek dengan nilai besar seperti pekerjaan mekanikal-elektrikal Mission Centre GMIM sudah seharusnya diawasi secara transparan dan akuntabel.
Kami berharap proses penyelidikan berjalan profesional, objektif, dan terbuka agar publik memperoleh kepastian hukum. Setiap dugaan penyimpangan tentu harus dibuktikan berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku, tanpa intervensi ataupun prasangka.
INAKOR berkomitmen untuk terus mendorong keterbukaan informasi publik dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara, demi memastikan setiap rupiah benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.”jelasnya Rabu (5/11)
Diketahui pemeriksaan Kepala Dinas PUPR, Deicy Paath, oleh penyidik Polda Sulut terkait dugaan korupsi proyek Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) pada pembangunan Christian/Mission Centre GMIM di kawasan Ring Road, Manado karena adanya laporan dugaan
ketidakwajaran dalam proses tender serta kekurangan volume pada proyek senilai Rp 23,8 miliar tersebut.**(red)







