DPD AKPERSI Gorontalo Turun ke Dulupi: Edukasi Anti-Hoaks Menggema, Tokoh Masyarakat Zubair Husain Beri Apresiasi Keras

Berita, Daerah841 Dilihat

Dulupi, Boalemo — pelopormedia.id. Gerakan literasi informasi kembali ditegaskan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPD AKPERSI) Provinsi Gorontalo saat menggelar audiensi bersama masyarakat Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, pada Jumat (28/11/2025).

Dipimpin langsung Ketua DPD AKPERSI Gorontalo, Imran Uno, kegiatan ini menjadi ruang kritikal untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap maraknya kabar bohong dan disinformasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Gorontalo Refsi Rhey Musa dan Bendahara DPC Kabupaten Pohuwato Rahmat Dalangko, yang turut memperluas dialog antara pers dan masyarakat.

Dalam sesi pemaparan, Ketua DPD AKPERSI, Imran Uno, menekankan urgensi memahami konsekuensi hukum penyebaran berita bohong.

“Masyarakat harus benar-benar sadar bahwa menyebarkan hoaks bukan hanya merusak keharmonisan sosial, tetapi juga melanggar hukum. UU ITE Pasal 28 Ayat (1) jelas melarang penyebaran informasi sesat yang merugikan publik. Siapa pun yang terlibat, dapat terjerat pidana,” tegas Imran Uno.

Ia menambahkan bahwa AKPERSI memiliki mandat moral untuk melakukan pencegahan melalui edukasi yang berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Gorontalo, Refsi Rhey Musa, menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dengan insan pers sebagai garda terdepan informasi publik.

“Pers dan masyarakat harus berjalan beriringan. UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 memberikan hak bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, dan sekaligus mendorong pers untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Karena itu, kolaborasi ini wajib diperkuat agar informasi yang beredar tetap akurat dan berpihak pada kepentingan publik,” ujar Refsi.

Setali tiga uang, Bendahara DPC kabupaten Pohuwato, Rahmat Dalangko menghimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan memberikan informasi.

“Di era modern ini, kami berharap masyarakat jauh lebih bijak dalam menerima dan memberikan informasi serta lebih smart dalam menggunakan media sosial” tutur Rahmat.

Sementara itu, tokoh masyarakat Dulupi Zubair Husain menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan keberanian AKPERSI turun langsung ke masyarakat, terutama pada isu sensitif seperti hoaks.

“Kami bangga AKPERSI hadir tidak hanya sebagai organisasi pers, tetapi sebagai mitra masyarakat. Edukasi seperti ini sangat kami butuhkan. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar masyarakat semakin cerdas memilah informasi,” ungkap pria yang akrab disapa uten tersebut.

Audiensi ini sekaligus menegaskan posisi AKPERSI sebagai organisasi yang tidak sekadar berbicara, tetapi bertindak nyata di tengah masyarakat, memberikan edukasi, membangun kesadaran kritis, dan memperkokoh fondasi informasi yang sehat di tingkat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *