PENAS Jadi Kebanggaan Daerah, Desa Polohungo Kecamatan Tolangohula Masih Bergelut dengan Infrastruktur Pertanian Rusak

Daerah, Gorontalo25 Dilihat

 

Gorontalo – Pelopormedia.id, Kondisi jembatan yang putus di Desa Polohungo, Kabupaten Gorontalo, kembali menjadi sorotan publik. Di tengah kesibukan pemerintah daerah menyukseskan berbagai agenda seremonial dan kegiatan Pekan Nasional (PENAS) yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, masyarakat di wilayah pelosok justru masih dihadapkan pada persoalan mendasar, yakni buruknya infrastruktur yang menghambat aktivitas sehari-hari,(20/6/2026)

 

Ketua Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Gorontalo, Ariyanto Kasim, menilai bahwa pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi riil yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terlihat megah di pusat kegiatan, sementara warga di desa-desa masih berjuang untuk mendapatkan akses yang layak terhadap pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

 

“Hari ini pemerintah terlihat sibuk dengan berbagai agenda PENAS di Kabupaten Gorontalo. Namun di sisi lain, masyarakat Desa Polohungo masih harus mempertaruhkan keselamatan mereka dengan menyeberangi sungai karena jembatan yang menjadi akses utama hingga kini belum diperbaiki. Ini adalah potret ketimpangan pembangunan yang tidak boleh dibiarkan,” tegas Ariyanto Kasim.

 

Ia menjelaskan bahwa kerusakan jembatan tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Para pelajar terpaksa menyeberangi sungai untuk menuju sekolah, masyarakat kesulitan mengakses layanan kesehatan, sementara para petani mengalami hambatan dalam mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar.

 

“Bagaimana mungkin kita berbicara tentang kemajuan daerah jika anak-anak sekolah masih harus menembus arus sungai untuk menuntut ilmu? Bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat jika akses jalannya terputus? Dan bagaimana petani dapat meningkatkan kesejahteraannya jika hasil pertanian sulit dipasarkan akibat infrastruktur yang tidak memadai?” ujar Ariyanto.

 

Menurutnya, persoalan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan seremoni yang megah, melainkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

 

“Pemerintah harus hadir dan memberikan solusi nyata. Jangan sampai perhatian hanya terpusat pada kegiatan-kegiatan besar yang bersifat sementara, sementara penderitaan masyarakat di desa terus berlangsung setiap hari. Jembatan di Desa Polohungo harus segera dibangun kembali demi menjamin keselamatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat,” lanjutnya.

 

LMND Kota Gorontalo mendesak Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ariyanto menegaskan bahwa akses infrastruktur yang layak merupakan hak masyarakat dan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memenuhinya.

 

“Kami meminta pemerintah untuk tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat di pelosok desa. Kehadiran negara harus dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali. Pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tutup Ariyanto Kasim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *