BOLAANG MONGONDOW TIMUR – Kepedulian tidak selalu diwujudkan melalui tugas dan kewenangan. Terkadang, kepedulian hadir lewat langkah sederhana: datang, menjenguk, dan mendoakan. Itulah yang dilakukan Kapolres Boltim, AKBP Golfried Pakpahan, bersama sang istri saat mengunjungi wartawati Nina Rumondor yang tengah berjuang memulihkan kesehatannya.
Sebagaimana dilansir media Kibar Indonesia, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, AKBP Golfried Pakpahan menyempatkan diri hadir untuk memberikan dukungan moral kepada salah satu insan pers yang selama ini menjadi mitra Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Saya sebagai salah satu mitra rekan-rekan wartawan, ketika mendengar ada wartawan yang sedang sakit, saya merasa perlu datang berkunjung dan mendoakan agar Ibu Nina segera diberikan kesembuhan serta dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujar AKBP Golfried Pakpahan.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa selama kunjungan berlangsung. Tak hanya menyampaikan semangat dan dukungan, Kapolres bersama istri juga memanjatkan doa untuk kesembuhan Nina. Sikap tulus tersebut menghadirkan harapan baru bagi Nina dan keluarganya yang tengah menghadapi masa sulit.
Dengan mata berkaca-kaca, Nina mengaku sangat terharu atas perhatian yang diberikan. Baginya, kehadiran Kapolres dan istri menjadi energi positif yang membangkitkan semangat untuk terus berjuang melawan sakit yang dideritanya.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya dan keluarga. Di saat saya sedang sakit dan tidak berdaya, saya mendapat dukungan serta doa langsung dari Bapak Kapolres Boltim. Saya sungguh tidak menyangka beliau bersama Ibu bersedia meluangkan waktu datang dari Boltim untuk menjenguk saya,” tutur Nina penuh haru.
Yang membuat momen tersebut semakin berkesan adalah sikap toleransi dan penghormatan yang ditunjukkan Kapolres. Meski berbeda keyakinan, AKBP Golfried Pakpahan terlebih dahulu meminta izin untuk mendoakan Nina sesuai agama yang dianutnya.
Bagi Nina, tindakan sederhana itu memiliki makna yang sangat mendalam. Ia melihatnya sebagai wujud penghormatan terhadap perbedaan sekaligus bukti bahwa kemanusiaan selalu berada di atas segala sekat.
“Walaupun kami berbeda agama, Bapak terlebih dahulu meminta izin untuk mendoakan saya sesuai keyakinannya. Saya sangat menghargai hal itu, karena tujuan kita sama, yaitu memohon kepada Tuhan agar saya segera diberikan kesehatan dan kesembuhan,” ujarnya.
Di penghujung kunjungan, Nina turut memanjatkan doa bagi AKBP Golfried Pakpahan dan keluarga agar senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, serta kesuksesan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Kisah ini menjadi potret indah tentang eratnya hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers. Lebih dari sekadar hubungan profesional, keduanya dipersatukan oleh nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, toleransi, dan rasa saling menghargai.
Kunjungan sederhana tersebut membuktikan bahwa di balik seragam kepolisian terdapat sosok yang mampu menghadirkan kehangatan dan empati. Sebuah pesan bahwa jabatan dan profesi tidak pernah menghalangi seseorang untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama yang sedang membutuhkan.
“Karena pada akhirnya, perhatian yang tulus dan doa yang dipanjatkan dengan ikhlas sering kali menjadi obat terbaik untuk menguatkan hati dan membangkitkan harapan.”
(Dirangkum dari pemberitaan media Kibar Indonesia).












