PENAS XVII 2026 Sukses Digelar, Yayan Saleh Ingatkan Perjuangan Gorontalo Sejak 2023

Daerah, Gorontalo118 Dilihat

GORONTALO – Pelopormedia.id, Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Provinsi Gorontalo pada 20 hingga 24 Juni 2026 menjadi momentum penting sekaligus kebanggaan bagi seluruh masyarakat Gorontalo. Kegiatan berskala nasional tersebut menghadirkan ribuan petani, nelayan, penyuluh pertanian, pelaku usaha, akademisi, hingga pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan nasional.

 

Antusiasme masyarakat Gorontalo semakin terasa menjelang puncak penutupan kegiatan yang dijadwalkan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran kepala negara dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.

 

Di balik suksesnya pelaksanaan PENAS XVII 2026, terdapat proses panjang yang telah dimulai sejak tahun 2023. Pada saat penutupan PENAS XVI di Padang, Sumatera Barat, tanggal 15 Juni 2023, Kementerian Pertanian bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional secara resmi menetapkan Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII Tahun 2026. Keputusan tersebut lahir melalui berbagai pertimbangan dan komitmen bersama untuk memberikan kesempatan kepada Gorontalo menjadi pusat pelaksanaan kegiatan nasional yang mempertemukan insan pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia.

 

Pemuda Tolangohula, Yayan saleh, menilai keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah PENAS XVII bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, komunikasi, koordinasi, serta perjuangan panjang yang dilakukan oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku pertanian, dan berbagai pihak terkait sejak beberapa tahun lalu.

“Saya sebagai pemuda Tolangohula merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan Gorontalo hingga dipercaya menjadi tuan rumah PENAS XVII Tahun 2026. Ini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi berkat kerja keras dan komitmen bersama akhirnya kegiatan nasional ini bisa dilaksanakan di Gorontalo,” ujarnya.

 

Ia mengatakan bahwa masyarakat Gorontalo patut memberikan apresiasi kepada para pemangku kebijakan yang pada tahun 2023 telah memperjuangkan penetapan Gorontalo sebagai tuan rumah. Menurutnya, keputusan tersebut kini telah membawa dampak positif bagi daerah, baik dari sisi promosi potensi daerah, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, maupun penguatan citra Gorontalo di tingkat nasional.

 

Yayan Saleh,menambahkan bahwa penyelenggaraan PENAS XVII menjadi kesempatan emas bagi Gorontalo untuk menunjukkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki, khususnya di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan usaha mikro masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan budaya, kearifan lokal, serta keramahan masyarakat Gorontalo kepada tamu dari seluruh Indonesia.

 

Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi menjadi bukti bahwa Gorontalo mampu menyelenggarakan kegiatan berskala nasional dengan baik. Ia berharap keberhasilan pelaksanaan PENAS XVII dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, khususnya di sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan petani dan nelayan.

 

“Saya merasa bangga karena Gorontalo menjadi titik pelaksanaan PENAS 2026. Ini adalah hasil perjuangan yang telah dimulai sejak tahun 2023 dan akhirnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hari ini. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Gorontalo serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia berharap momentum PENAS XVII tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu melahirkan berbagai kebijakan dan program nyata yang berpihak kepada petani dan nelayan. Menurutnya, para pelaku sektor pertanian dan perikanan masih membutuhkan dukungan pemerintah dalam hal infrastruktur, akses pasar, stabilitas harga hasil panen, serta ketersediaan sarana dan prasarana produksi.

Sebagai generasi muda, Yayan Saleh mengajak seluruh masyarakat Gorontalo untuk menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan suksesnya PENAS XVII sebagai kebanggaan bersama. Ia menilai keberhasilan menjadi tuan rumah kegiatan nasional merupakan bukti bahwa Gorontalo memiliki potensi besar dan mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

 

“Kami sebagai pemuda merasa bangga atas perjuangan para pemimpin daerah dan seluruh masyarakat yang telah membawa nama Gorontalo menjadi tuan rumah PENAS XVII Tahun 2026. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah dan menjadi warisan positif bagi generasi mendatang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *