ISU PAW NASDEM. SANDY PENULIS MUDA; TANAH KUBUR MASIH BASAH, ISU PAW DIHEMBUSKAN.

Daerah, Gorontalo417 Dilihat

Gorontalo, Pelopormedia.id Ini adalah screenshot status Facebook yang saya ambil dari salah satu pengguna Facebook. Isinya? Soal kursi PAW DPR RI partai Nasdem. Ya, sehari setelah Rahimahullah Pak Rachmat Gobel dikuburkan. Tanah kubur yang masih basah itu, ada orang-orang yang mulai sibuk berbicara siapa yang menggantikan Rahimahullah di DPR RI.

 

Saya tak tahu jelas, orang yang buat status ini apakah orang aktif partai, atau memang pendukung sosok perempuan yang dijagokan untuk menduduki kursi PAW Nasdem di DPR RI. Tapi, jujur, saya masa bodoh dengan keduanya.

 

Saya bodoh amat kalau yang buat status ini anggota partai Nasdem dan saya juga bodoh amat siapa yang digadang-gadang untuk duduk di kursi DPR RI, karena itu sepenuhnya keputusan partai, dan kebijakan partai.

 

Tapi jujur, yang saya sedihkan, baru satu hari Rahimahullah Pak Rachmat Gobel berpulang, topik ini mulai dibahas di beberapa sektor, ya, memang tak bisa dipungkiri, seksi barang ini (pakai nada Kakanda Bahlil), tapi terlihat terlalu nir empati, terlalu ambisius, terlalu “mohon maaf” maruk.

 

Bahkan air mata keluarga, masyrakat yang mencintai Rahimahullah pak RG belum benar-benar usai, sekumpulan orang mulai menaikkan topik ini. Bahkan sampai berani main di publik. Apakah mereka ini tidak mengerti bahwa bahkan langit Gorontalo masih berkabung?

 

Kalau di sini ada orang Nasdem yang berteman dengan saya, screenshot tulisan saya ini, lempar di group Nasdem DPW atau perlu Nasional. Sebagai orang yang diluar Nasdem tapi mencintai Rahimahullah pak RG, terlalu ambisius topik-topik seperti ini, apalagi jika dilakukan oleh orang partai Nasdem, atau diminta dinaikkan isunya lewat Facebook oleh politisi langsung.

 

Partai Nasdem harusnya memberikan himbauan, kalau perlu dalam dua pekan, ditahan dulu untuk membicarakan isu PAW, karena betapa berdukanya kita ini. Bukan hanya rakyat Gorontalo, tapi seluruh Indonesia, yang pernah dibantu, pernah kerja bareng, dll.

 

Ah saya betul-betul sangat menyayangkan. Di tengah orang-orang membicarakan kebaikan Rahimahullah Pak Rachmat Gobel, justru malah mulai ada hembusan topik panas soal PAW. Betul, saya percaya, pasti akan ke sana, tapi ini terlalu cepat.

 

TANAH KUBUR BELIAU MASIH BASAH, AIR MATA RAKYAT BELUM KERING; TAPI TOPIK PAW DINAIKKAN MENJADI MUSIM PANAS SAJA.

 

MIRIS.

Oleh : Sandy Syafrudin Nina

Penulis muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *