Ketua Laskar Macan Asia Kamarudin Kasim Menantang Kapolda Gorontalo

Berita, Headline1046 Dilihat

Pohuwato – pelopormedia. Ketua Laskar Macan Asia Kamarudin Kasim menantang Kapolda Gorontalo agar segera menindak tegas dan menangkap para pengumpul atensi yang bermain di balik maraknya aktivitas tambang emas ilegal.

Suasana pertambangan tanpa izin di Kabupaten Pohuwato kembali memanas, tantangan terbuka di lontarkan langsung oleh Ketua Laskar Macan Asia Kamarudin, dengan nada tegas menantang langsung Kapolda Gorontalo agar segera menindak tegas dan menangkap para pengumpul atensi yang diduga bermain di balik maraknya aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, Ketua Laskar Macan Asia menilai, bahwa penegakan hukum di sektor pertambangan masih tebang pilih, dan lumpuh total.

Ia menuding ada oknum-oknum yang selama ini diduga “mengatur” dan “memungut atensi” dari aktivitas tambang ilegal, sehingga membuat aparat di lapangan seolah tak berkutik dan lemah.

“Kalau Kapolda Gorontalo serius menegakkan hukum di daerah ini, coba buktikan! Tangkap para pengumpul atensi itu. Jangan hanya masyarakat penambang kecil yang ditindak, sementara para pemain atau bos besar dan oknum pelindungnya dibiarkan bebas berkeliaran,” tegas Ketua Laskar Macam Asia dengan nada lantang, sabtu (08/11/2025) melalui saluran WhatsApp kepada awak media.

Ia juga menyoroti adanya dugaan pembiaran terhadap sejumlah lokasi tambang yang beroperasi tanpa izin resmi, padahal sudah menimbulkan kerusakan lingkungan dan korban jiwa di beberapa titik penggalian.

“Sudah terlalu banyak rakyat jadi korban. Pohuwato rusak, sungai tercemar, nyawa melayang, tapi para cukong dan pengumpul atensi justru semakin kaya. Ini harus dihentikan, dan Polda Gorontalo jangan tutup mata,” tambahnya.

Pernyataan keras ini akan menjadi tugas berat yang jadi sorotan publik di Gorontalo khususnya kabupaten Pohuwato, karena Banyak pihak menilai desakan ini mencerminkan kekecewaan masyarakat atas lemahnya pengawasan dan dugaan adanya backing terhadap aktivitas tambang ilegal yang terus berlangsung hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *