Manado —-Menanggapi pemberitaan Tribunmanado.co.id kinerja Bank SulutGo (BSG) yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp372 miliar pada tahun buku 2025, Ketua LSM INAKOR Sulawesi Utara, *Rolly Wenas*, menyampaikan apresiasi atas capaian positif tersebut.
Menurut Rolly, pencapaian laba tertinggi dalam enam tahun terakhir merupakan indikator bahwa BSG masih mampu menjaga kinerja dan stabilitas usaha di tengah tantangan ekonomi global, perlambatan pemulihan pasca-pandemi, serta dinamika sektor perbankan yang semakin kompetitif.
“Kami mengapresiasi kinerja jajaran manajemen dan seluruh insan BSG atas capaian laba, pertumbuhan aset, serta peningkatan dana pihak ketiga sebagaimana diberitakan media. Capaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang masih terjaga terhadap Bank SulutGo sebagai bank milik daerah,” ujar Rolly.
Ia menilai pertumbuhan aset yang mencapai Rp23,7 triliun serta peningkatan dana pihak ketiga menjadi Rp18,2 triliun merupakan sinyal positif atas kepercayaan publik dan kinerja operasional bank daerah tersebut.
Namun demikian, Rolly juga menekankan pentingnya mencermati catatan evaluasi yang disampaikan secara terbuka oleh manajemen BSG sendiri, khususnya terkait pertumbuhan kredit serta kenaikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL).
“Apa yang disampaikan Direksi BSG terkait tantangan pertumbuhan kredit dan NPL justru menunjukkan adanya keterbukaan dan kesadaran internal untuk terus berbenah. Dalam industri perbankan, transparansi dan evaluasi berkelanjutan merupakan bagian penting dari tata kelola yang sehat,” jelasnya.
Sebagai bank milik daerah, lanjut Rolly, BSG memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga profitabilitas, tetapi juga dalam mendukung penguatan ekonomi daerah, pembiayaan sektor produktif, serta pengelolaan risiko yang prudent dan profesional.
“Kinerja positif harus berjalan seiring dengan prinsip kehati-hatian, penguatan manajemen risiko, serta konsistensi penerapan Good and Clean Governance agar keberlanjutan bank tetap terjaga dalam jangka panjang,” tambahnya.
Rolly juga menegaskan bahwa dari perspektifnya sebagai *pegiat anti korupsi*, capaian kinerja keuangan yang baik di sektor perbankan daerah perlu selalu dibarengi dengan penguatan integritas dan tata kelola yang transparan.
“Sebagai pegiat anti korupsi, saya memandang bahwa capaian laba dan pertumbuhan harus terus dijaga melalui penguatan integritas, transparansi, dan tata kelola yang baik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa kinerja positif bank daerah benar-benar berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.
INAKOR Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus bersikap objektif dan konstruktif, baik dalam memberikan apresiasi maupun masukan, sebagai bagian dari peran masyarakat sipil dalam mendorong penguatan institusi publik dan BUMD secara profesional dan akuntabel.
(Ronal/Rolly)
.













