Komisi III DPRD Gorut Soroti Krisis Listrik RS ZUS, Ancam Keselamatan Pasien Dan Gagalkan Bantuan Alkes

Berita, Daerah62 Dilihat

Gorontalo Utara – pelopormedia.id. Permasalahan listrik di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (RS ZUS) mendapat sorotan serius dari Komisi III DPRD Gorontalo Utara dalam rapat kerja yang digelar di ruang sidang DPRD, Selasa (21/4).

Ketua Komisi III DPRD Gorut, Dheninda Chaerunnisa, menegaskan bahwa persoalan listrik di RS ZUS bukan sekadar kendala teknis, melainkan masalah serius yang berdampak langsung pada keselamatan pasien.

Menurutnya, persoalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang jelas. Ia menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas pelayanan, tetapi juga keselamatan pasien yang menjalani perawatan.
“Ini bukan lagi sekadar berbicara soal pelayanan, tetapi sudah menyangkut keselamatan pasien,” tegas Dheninda dalam rapat tersebut.

Ia juga mempertanyakan prosedur operasional rumah sakit terkait penggunaan alat kesehatan (alkes) yang harus dinyalakan secara bergantian akibat keterbatasan daya listrik. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan.

“Bagaimana mungkin alat kesehatan harus digunakan secara bergantian? Apakah ada SOP yang mengatur itu? Lalu bagaimana jika dalam kondisi darurat, beberapa alat harus digunakan secara bersamaan?” ujarnya.

Lebih lanjut, Dheninda mengungkapkan bahwa persoalan listrik ini juga berdampak pada gagalnya realisasi bantuan alat kesehatan dari pemerintah pusat. Keterbatasan daya listrik membuat pengadaan alkes tidak dapat dipenuhi sesuai kebutuhan.

Ia menyayangkan kondisi tersebut, mengingat bantuan dari pemerintah pusat seharusnya dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.

“Persoalan listrik ini jangan dianggap sepele. Sangat disayangkan jika bantuan pusat tidak terealisasi hanya karena masalah listrik,” tambahnya.

Untuk itu, Komisi III DPRD Gorut mendesak pihak manajemen RS ZUS, khususnya direktur rumah sakit, agar segera menghadirkan solusi konkret dalam waktu dekat. Hal ini dinilai penting agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Rumah sakit harus memiliki langkah nyata. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang maksimal dan solusi atas setiap persoalan yang ada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *