Sitaro — Kabupaten Kepulauan Sitaro kembali menjadi sorotan setelah aparat kepolisian mengamankan puluhan karung berisi bahan kimia yang diduga sianida di pesisir Desa Baliraeng, Kecamatan Siau Timur Selatan, Selasa dini hari (19/5/2026).
Sebanyak 60 karung ditemukan di atas sebuah perahu motor yang terdampar di wilayah pantai. Karung-karung tersebut disebut menggunakan kemasan pakan ternak asal Filipina, sehingga memunculkan dugaan adanya jalur distribusi lintas negara.
Dalam peristiwa itu, aparat juga menemukan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di atas perahu. Korban diketahui bernama Junior Kristianus Darui (64), warga Kampung Bebu, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Seiring berkembangnya penyelidikan, nama seorang pengusaha berinisial Adi S mulai ramai diperbincangkan publik. Dugaan tersebut muncul setelah aparat disebut menemukan percakapan di telepon seluler milik awak kapal yang mengarah pada nama tersebut.
Meski begitu, hingga kini polisi belum menyimpulkan maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas kepemilikan barang bukti tersebut. Aparat masih mendalami asal muasal bahan kimia, jaringan distribusi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengangkutan.
Kapolres Kepulauan Sitaro, Iwan Permadi, menyampaikan bahwa tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan saat ini fokus pada proses penyelidikan lanjutan.
Selain itu, polisi juga masih melakukan pencarian terhadap seorang pria bernama Yus yang dilaporkan melarikan diri menggunakan perahu kecil saat proses pengamanan berlangsung.
Informasi awal yang dihimpun menyebut rombongan tersebut berangkat dari Tahuna dan diduga sempat mengambil muatan dari wilayah General Santos atau Gensang, Filipina, sebelum akhirnya ditemukan di perairan Sitaro.
Kasus ini diduga berkaitan dengan distribusi bahan berbahaya tanpa izin resmi dan berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Hingga saat ini, aparat masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang namanya ikut disebut dalam dugaan kepemilikan barang bukti tersebut.








