BOLAANG MONGONDOW – Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow mengerahkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan aksi masyarakat Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga, yang melakukan penutupan akses jalan menuju Kanaan terkait tuntutan penyelesaian persoalan tapal batas wilayah yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Pengamanan dilakukan secara maksimal guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di tengah meningkatnya tensi antara warga dan pemerintah daerah. Personel yang diterjunkan terdiri dari anggota Polres Bolmong, jajaran Polsek se-Dumoga Raya, serta personel Brimob Batalyon Inuai.
Pengamanan tersebut dipantau langsung oleh sejumlah pejabat kepolisian, di antaranya Karo Ops Polda Sulawesi Utara, Ferry Raymond Ukoli, Wakapolres Bolmong, Risno Luas, Kabag Ops Polres Bolmong, Tusman Lomboan, serta Kasat Reskrim Polres Bolmong, Hardi Yanto Daenk.
Kehadiran para perwira tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan yang dapat merugikan berbagai pihak.
Di tengah aksi yang berlangsung, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta melakukan dialog dengan masyarakat guna mencari solusi atas persoalan yang menjadi tuntutan warga. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap lambannya penyelesaian sengketa tapal batas yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Meski suasana dialog sempat berlangsung panas, aparat kepolisian yang berjaga di lokasi tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Personel pengamanan terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan umum.
Hingga malam hari, blokade jalan yang dipasang warga masih bertahan. Namun situasi secara umum tetap terkendali berkat kesiapsiagaan aparat keamanan yang terus melakukan pemantauan dan pengamanan di sejumlah titik strategis.
Polres Bolaang Mongondow menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penyelesaian persoalan secara damai serta memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap terlindungi, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Bolaang Mongondow.
Melalui pengamanan yang terukur dan pendekatan dialogis yang dikedepankan, diharapkan seluruh pihak dapat menemukan solusi terbaik sehingga persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara bijaksana, tanpa menimbulkan konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.














