Bolmong -[[ Belum tuntas dugaan kasus malpraktek yang dialami pasien Najwa Viska Gomba (19), Seorang Ibu Bhayangkari Polres Kotamobagu yang meninggal dunia usai menjalani operasi Caesar di RSIA Kasih Fatimah Kota Kotamobagu, Ternyata dugaan kasus yang sama juga dialami pasien asal Ponompian bernama Prislia Putri Ibrahim (33).
Putri dinyatakan meninggal dunia setelah 11 hari di rawat di RS Kandouw Manado setelah sebelumnya menjalani operasi Caesar di RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu.
Saat menghubungi awak media ini, Arga Moniung yang merupakan suami pasien menuturkan kronologi hingga istri kesayangannya harus meregang nyawa setelah beberapa hari menjalani operasi kandungan di RSIA Kasih Suaminya mengatakan kronologi kejadian.
Tanggal 24 Desember 2024 istri saya menjalani operasi Caesar di RSIA Kasih Fatimah, Proses operasi berjalan kurang lebih 20 menit. Selama 3 hari istri saya di rawat di RSIA Kasih Fatimah.
Setelah di perbolehkan pulang kerumah, dua hari kemudian kondisi istri saya lemas tak bisa bangun lagi.
Saya membawa istri saya ke rumah sakit Molibagu, dan saat dirawat dokter mengatakan perut istri saya membengkak.
Dua hari di rawat , Dokter RS Molibagu mengijinkan istri saya pulang kerumah, Namun belum sampai di rumah istri saya merasa pusing dan seperti hilang kesadaran. Dan akhirnya istri saya kembali menjalani perawatan di RS Molibagu.
Kondisi istri saya semakin parah, dan akhirnya dokter memberikan rujukan ke RS Kandouw Manado Kami pun langsung di rujuk ke RS Kandouw dan saat dalam perjalanan istri saya sudah tak sadarkan diri.
Di RS Kandouw Manado, Istri saya langsung ditangani Lima dokter sekaligus. Oleh dokter spesialis Istri saya langsung di USG untuk memastikan kondisi perut istri saya.
Setelah di USG dokter memanggil saya untuk memberitahukan jika hasil USG didalam perut istri saya ditemukan ada potongan plasenta yang tertingal dalam perut.
Dalam sebuah potongan video seorang suami berkomunikasi dengan perawat yang berada di RS Malalayang, bertanya terkait kapan plasenta itu di keluarkan/di bersihkan perawat pun , mengatakan masih mo lihat keadaan dan perkembangan pasien.
Dari hasil pemeriksaan itu pihak keluarga pun mamastikan bahwa anak mereka sudah menjadi korban malpraktik dari pihak RSIA kasih Untuk Itu kami akan mengambil langkah hukum atas kejadian ini..
Korbanpun tidak bisa di selamatkan akibat infeksi yang sudah naik sampai di kepala sehingga mengakibatkan kematian.ungkap keluarga kepada awak Media..
Pihak RSIA kasih Fatimah saat di konfirmasi mengatakan
pasien pulang dalam keadaan sehat tidak ada komplikasi dalam operasi luka bagus dan sehat hari 14 pasien msk rs bolsel dengan covid + di rujuk prof kandou dengan infeksi otak jd sebaikx tanya dulu penyebab kematian di icu prof kandou
kalau di RSIA kasih fatimah ibu pulang dlm keadaan sehat n tindakan sesuai SOP
Pihak media pun masih akan berupaya menghubungi RS Kandouw Untuk bisa mendapatkan keterangan terkait penyebab kematian pasien tersebut.
(Ronal P)








