Bolsel, 29 Mei 2025 — Aroma busuk dugaan korupsi kembali menyengat dari Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Kali ini, sorotan tajam tertuju pada oknum Kepala Desa RM alias Ridwan, yang diduga kuat mencuri Alokasi Dana Desa (ADD) untuk memperkaya diri sendiri, sementara rakyat terjerat dalam jerat kemiskinan dan pembangunan fiktif di mana mana.
Berbagai laporan masyarakat terkait ketimpangan dana dan proyek desa sudah dilayangkan. Namun ironisnya, hingga kini tidak ada satupun langkah konkret dari aparat penegak hukum (APH) Bolsel. Warga pun mulai hilang harapan terhadap lembaga hukum yang dianggap tak lagi berpihak pada keadilan.
“Kami sudah sering mengadu, tapi tak pernah ditindaklanjuti. Kalau bukan karena punya kekuasaan atau kedekatan politik, mungkin dia sudah ditangkap,” ujar salah satu tokoh masyarakat Tabilaa yang meminta identitasnya disamarkan karena alasan keamanan.
Kami menilai banyk pekerjaan yang fiktif, seperti Kolam ikan yang di bangun dengan dana desa 100 juta lebih, cuma jadi pajangan kolamnya sampe ini,, pekerjaan kandang ayam, dengan anggaran dana desa 100 juta lebih, terlihat cuma sisa kandangnya saja, masih banyak lagi pekerjaan fiktif di desa kami,. Bahkan yang parahnya lagi. Kepala desa (sanadi) RM alias Ridwan, pernah mengatakan waktu pesta mabuk mabukan,”NANTI SAYA PENCURI DANA DESA” Miris pemimpin seperti ini.. Ucap salah satu warga,.
Warga juga menilai lemahnya penindakan sebagai bentuk pembiaran sistemik. “APH Bolsel bukan tidak tahu, tapi sepertinya tidak mau tahu. Kalau hukum sudah lumpuh di desa, lalu ke mana rakyat akan mengadu?” tambahnya geram.
Di tengah gelombang kekecewaan ini, masyarakat Tabilaa menyerukan agar pihak kepolisian(Polda),kejaksaan,segera bertindak, bukan hanya untuk menindak pelaku, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan rakyat yang nyaris habis,.
Rakyat butuh keadilan, bukan basa-basi. Korupsi dana desa bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi pengkhianatan terhadap harapan.,
(Afat)














