Gorontalo – pelopormedia.id. Polemik kualitas air di Bone Bolango turut mendapat tanggapan dari pihak PDAM Kota Gorontalo. Melalui juru bicaranya, PDAM Kota menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterkaitan dengan isu yang sedang dipersoalkan mahasiswa terhadap PDAM Bone Bolango.
Juru Bicara PDAM Kota Gorontalo menyampaikan bahwa penyebutan adanya dua sistem distribusi air dalam klarifikasi PDAM Bone Bolango berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.
“Kami menghormati upaya klarifikasi yang dilakukan PDAM Bone Bolango. Namun perlu kami tegaskan bahwa sistem distribusi air PDAM Kota Gorontalo berdiri sendiri dan tidak terkait dengan persoalan yang saat ini dipersoalkan di wilayah Bone Bolango,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa masing-masing PDAM memiliki instalasi pengolahan, jaringan distribusi, serta manajemen operasional yang berbeda. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika persoalan di satu wilayah dikaitkan secara umum dengan sistem lain.
“Setiap layanan memiliki sumber air baku, proses pengolahan, dan jaringan pipa yang berbeda. Sehingga tidak bisa digeneralisasi atau dikaitkan tanpa dasar yang jelas,” tambahnya.
Lebih lanjut, PDAM Kota Gorontalo juga mengingatkan agar polemik yang berkembang tetap berfokus pada substansi persoalan, yakni kualitas layanan di wilayah yang menjadi objek kritik.
“Kami berharap diskursus publik tetap fokus pada penyelesaian masalah yang ada, tanpa menyeret pihak lain yang tidak berkaitan. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, PDAM Kota memastikan bahwa pihaknya secara berkala melakukan uji kualitas air sesuai standar yang berlaku dan siap membuka data apabila diperlukan sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa polemik kualitas air yang terjadi di Bone Bolango merupakan tanggung jawab pengelolaan masing-masing daerah, tanpa perlu melebar ke wilayah lain yang tidak menjadi bagian dari persoalan.













