Duka di Hari Raya: Rumah Zakat Komitmen Kawal Penyintas Banjir Bandang Biau hingga Masa Tanggap Darurat Usai

Daerah, Gorontalo80 Dilihat

 

Gorontalo — Pelopormedia.id, Suasana Iduladha yang seharusnya diselimuti suka cita dan kekhusyukan ibadah kurban berubah menjadi ujian berat bagi warga Kecamatan Biau, Kabupaten Buol. Banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Selasa (26/5/2026), tepat satu hari sebelum perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H.

 

Sejak awal bencana terjadi, lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bergerak cepat di garda terdepan. Terhitung sejak Selasa (26/5/2026) hingga Kamis (4/6/2026), relawan Rumah Zakat terus melakukan aksi respons cepat dengan menyalurkan bantuan logistik serta membantu proses evakuasi di titik-titik terdampak.

 

Bantuan awal yang telah didistribusikan meliputi paket makanan siap saji, air mineral, alas tikar, serta hygiene kit (paket kebersihan). Selain itu, para relawan juga bahu-membahu melakukan aksi bersih-bersih rumah warga, dengan memprioritaskan hunian para lansia yang memiliki keterbatasan fisik untuk membersihkan sisa material banjir.

 

Ancaman Banjir Susulan dan Dapur Umum yang Berhenti Operasi

 

Situasi di lapangan kian pelik setelah banjir susulan kembali menerjang wilayah Biau pada Rabu (3/6/2026). Dampaknya memperparah kondisi permukiman warga yang sebelumnya telah porak-poranda.

 

Berdasarkan koordinasi intensif Rumah Zakat dengan pemerintah daerah setempat, dapur umum yang disediakan pemerintah resmi dihentikan operasionalnya sejak 1 Juni 2026. Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan banyak rumah warga hancur, fasilitas dapur rusak total, dan masyarakat masih sangat bergantung pada pasokan makanan dari luar.

 

Saat ini, kebutuhan mendesak para pengungsi dan penyintas meliputi:

 

– Makanan siap saji (sangat mendesak)

– Air bersih (mengingat sumur warga telah tercemar material banjir)

– Selimut dan pakaian hangat

– Obat-obatan untuk bayi

– Kebutuhan khusus bagi ibu hamil dan lansia

– Seragam sekolah anak-anak

 

Merespons kondisi yang masih kritis, Rumah Zakat menyatakan komitmen penuh untuk tetap berada di lokasi. Relawan tidak akan ditarik hingga masa tanggap darurat berakhir. Diketahui, Surat Keputusan (SK) Tanggap Bencana yang dikeluarkan oleh Bupati berlaku selama 30 hari, terhitung sejak 26 Mei 2026.

 

Koordinator Relawan Rumah Zakat Gorontalo sekaligus Koordinator Lapangan Banjir Bandang Kecamatan Biau, Sandy Syafrudin Nina, menyampaikan pesan langsung dari lokasi terdampak:

 

“Saudara-saudara muslim seiman kita di Biau saat Iduladha kemarin mendapatkan ujian berat dari Allah SWT. Di saat kita semua bersuka riang melaksanakan ibadah kurban, mereka di sini harus bertahan dari kelaparan hingga hari ini. Semoga dengan posko utama yang didirikan oleh Rumah Zakat dapat menjadi pemantik bagi banyak pihak untuk saling berkolaborasi mengulurkan tangan. Rumah Zakat berencana akan melakukan respon lanjutan berupa support air bersih.”

 

Rumah Zakat membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh elemen masyarakat, korporasi, dan pemangku kebijakan yang ingin menyalurkan bantuan melalui Posko Utama Rumah Zakat, demi memastikan kebutuhan dasar para penyintas di Biau terpenuhi hingga situasi kembali kondusif.

 

Oleh: Sandy Nina

KOREL (Koordinator Relawan) Rumah Zakat Provinsi Gorontalo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *